Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 08 NOVEMBER 2025 • 20:05 WIB

Sering Diabaikan, Inilah Gejala Tekanan Darah Tinggi pada Perempuan

Sering Diabaikan, Inilah Gejala Tekanan Darah Tinggi pada PerempuanIlustrasi tekanan darah tinggi (freepik)

INDOZONE.ID - Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dianggap sebagai penyakit yang lebih banyak menyerang laki-laki.

Padahal, perempuan juga memiliki risiko yang sama besar bahkan bisa meningkat saat hamil atau setelah menopause. Berikut gejala tekanan darah tinggi pada perempuan.

Risiko Hipertensi pada Perempuan

Sering Diabaikan, Inilah Gejala Tekanan Darah Tinggi pada PerempuanIlustrasi tekanan darah tinggi. (freepik)

Perempuan berisiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi jika memiliki berat badan berlebih, riwayat keluarga dengan hipertensi, atau sudah memasuki masa menopause.

Faktor hormonal, genetik, serta gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang olahraga, stres, dan konsumsi garam berlebihan turut memperbesar kemungkinan munculnya hipertensi.

Gejala yang Sering Dianggap Sepele

Pada tahap awal, hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Beberapa tanda umum yang dapat muncul antara lain:

- Sakit kepala
- Kelelahan berlebihan
- Sesak napas
- Nyeri atau tekanan di dada

Masalahnya, gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai akibat stres atau tanda-tanda menopause. Bahkan, sebagian perempuan tidak merasakan gejala sama sekali. Karena itu, cara terbaik untuk mengetahui kondisi tubuh adalah dengan rutin memeriksa tekanan darah.

Baca juga: 7 Jenis Olahraga yang Efektif Cegah Tekanan Darah Tinggi Selain Jalan Kaki, Apa Saja?

Berikut kategori tekanan darah yang perlu diketahui:

- Normal: di bawah 120/80 mmHg
- Peningkatan: 120-129/<80 mmHg
- Hipertensi tahap 1: 130-139/80–<90 mmHg
- Hipertensi tahap 2: ≥140/90 mmHg

Semakin tinggi angka tekanan darah, semakin besar pula risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Tekanan Darah Tinggi saat Kehamilan

Tekanan darah tinggi juga bisa muncul selama masa kehamilan. Perubahan fisiologis pada tubuh perempuan hamil dapat memicu peningkatan tekanan darah atau memperlihatkan kondisi hipertensi yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Salah satu bentuk hipertensi pada kehamilan adalah preeklamsia, yang dapat membahayakan ibu dan bayi bila tidak segera ditangani. Biasanya tekanan darah kembali normal setelah melahirkan, tetapi tetap memerlukan pemantauan ketat dari tenaga medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mypacifichealth.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sering Diabaikan, Inilah Gejala Tekanan Darah Tinggi pada Perempuan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!