Ilustrasi Jalan Kaki 10 Menit.
INDOZONE.ID - Di tengah gaya hidup serba cepat, banyak orang berpikir hidup sehat harus identik dengan gym mahal, peralatan canggih, atau jadwal olahraga yang padat. Padahal, ada satu aktivitas paling sederhana yang sering terabaikan: berjalan kaki. Tanpa biaya, tanpa persiapan khusus, dan bisa dilakukan kapan saja, manfaatnya justru luar biasa.
Menurut Dr. Karen Studer, profesor madya sekaligus ketua bidang kedokteran preventif, berjalan kaki adalah bentuk aktivitas fisik paling alami yang memberi dampak besar bagi kesehatan fisik maupun mental. Kuncinya bukan pada jarak atau kecepatan, melainkan kebiasaan melakukannya secara rutin dalam keseharian.
Gerakan sederhana saat berjalan membantu tubuh menurunkan hormon stres secara alami. Tak heran, setelah berjalan beberapa menit, kepala terasa lebih jernih dan perasaan jadi lebih stabil. Selain itu, tubuh juga melepaskan endorfin zat kimia alami yang berperan dalam meningkatkan suasana hati.
Efeknya bisa semakin terasa jika berjalan sambil mengobrol dengan teman atau keluarga. Interaksi ringan di sela langkah ternyata ikut mendukung kesehatan mental dan mempererat hubungan sosial.
Baca juga: Mulai dari 5.000 Langkah, Ini Panduan Jalan Kaki Sehat dan Manfaatnya
Berjalan dengan tempo sedang hingga cepat membuat jantung bekerja lebih optimal dan membantu aliran darah tetap lancar. Aktivitas ini bisa dilakukan di mana saja, baik di luar ruangan maupun menggunakan treadmill di rumah.
Ukuran mudahnya, berjalanlah dengan kecepatan yang masih memungkinkanmu berbicara tanpa terengah, namun cukup membuat napas terasa lebih dalam. Itu pertanda jantung sedang dilatih dengan aman dan efektif.
Ilustrasi alat pengukur gula darah. (Freepik)
Saat berjalan, tubuh menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Inilah yang membantu mencegah penumpukan gula berlebih dalam tubuh. Waktu yang cukup ideal untuk melakukannya adalah setelah makan, meski hanya sebentar.
Kebiasaan sederhana ini memberi dampak positif bagi metabolisme, terutama bagi mereka yang ingin menjaga keseimbangan gula darah tetap stabil.
Tubuh yang aktif di siang hari cenderung lebih mudah beristirahat di malam hari. Jalan kaki membantu menciptakan rasa lelah yang sehat, sehingga tidur bisa datang lebih cepat dan terasa lebih nyenyak. Jika kamu sering susah tidur, bisa jadi tubuhmu hanya kurang bergerak.
Baca juga: Jalan Kaki atau Jogging: Pilihan Kardio Terbaik untuk Program Diet Kamu
Tak perlu langsung menetapkan target tinggi. Mulailah dari kebiasaan kecil: berjalan sedikit lebih jauh, memilih tangga daripada lift, atau meluangkan waktu berjalan santai di sela aktivitas. Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas.
Dengarkan sinyal tubuhmu. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, ada baiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum meningkatkan aktivitas. Selebihnya, cukup mulai hari ini satu langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Llu.edu