8 Obat dan Alat Kontrasepsi Paling Efektif untuk Mencegah Kehamilan (Pexels/Cottonbro)
INDOZONE.ID - Mencegah kehamilan penting untuk kesehatan dan kenyamanan pasangan. Kontrasepsi adalah metode untuk menghindari sperma membuahi sel telur. Metode ini bisa berupa obat, seperti pil KB, pil darurat, atau suntik KB, maupun alat, seperti kondom, IUD, dan implan yang ditempatkan di rahim atau lengan.
Obat atau alat kontrasepsi bekerja dengan menunda ovulasi atau menebalkan lendir serviks agar sperma sulit mencapai sel telur. Kontrasepsi mencegah sperma bertemu sel telur secara fisik. Mengetahui perbedaan dan cara kerjanya membantu memilih metode yang paling aman, efektif, dan sesuai kebutuhan setiap pasangan.
Nah, setelah paham dasar kontrasepsi, sekarang saatnya lihat 8 metode paling efektif. Ada yang praktis untuk penggunaan harian, ada yang jangka panjang, dan ada juga pil.
Semua akan dijelaskan supaya kamu bisa pilih sesuai kebutuhan dan kondisi.
ilustrasi KB Suntik (Freepik/8photo)
Suntikan hormon diberikan setiap 1–3 bulan, tergantung jenisnya. Cara kerjanya mencegah ovulasi dan menebalkan lendir serviks, sehingga efektif mencegah kehamilan sekitar 94–99 persen. Metode ini cocok untuk jangka menengah dan bagi yang ingin metode praktis.
Beberapa orang mungkin mengalami perubahan siklus menstruasi, berat badan, atau mood. Suntik KB tetap menjadi pilihan populer karena kemudahan penggunaan dan perlindungan cukup lama. Suntik KB hanya bisa diberikan oleh dokter.
Baca juga: Pakai Obat Kumur Setiap Hari? Berikut Manfaat dan Efek Samping bagi Kesehatan Mulut
IUD adalah alat berbentuk “T” yang dimasukkan ke dalam rahim oleh tenaga medis. Ada dua jenis: IUD tembaga dan IUD hormonal. IUD tembaga mencegah sperma membuahi sel telur secara mekanis, sedangkan IUD hormonal menambah perlindungan dengan pelepasan hormon.
Efektivitas >99 persen, dan bisa bertahan 5–10 tahun. Hal itu menjadikannya pilihan jangka panjang yang sangat andal.
Kelebihan IUD adalah sekali dipasang bisa bertahan lama, cocok untuk yang ingin kontrasepsi jangka panjang. Kekurangannya, pemasangan dan pelepasan harus dilakukan tenaga medis, dan beberapa orang mungkin mengalami kram atau perdarahan ringan di awal penggunaan.
Kondom adalah alat mekanis yang dipakai saat berhubungan seks untuk mencegah sperma masuk ke rahim. Selain mencegah kehamilan (efektivitas 85–98 persen tergantung cara pakai), kondom juga melindungi dari penyakit menular seksual.
Kondom mudah didapat, bisa dipakai saat dibutuhkan, dan tidak menimbulkan efek hormonal. Penggunaan kondom harus tepat, digunakan sejak awal penetrasi dan dilepas setelah ejakulasi. Kondom tetap menjadi pilihan utama bagi pasangan yang ingin perlindungan ganda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputra Hospital