INDOZONE.ID - Penyakit kardiovaskular atau masalah pada jantung dan pembuluh darah, masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.
Besarnya dampak penyakit jantung dan pembuluh darah, membuat para peneliti terus menggali berbagai faktor risiko, yang mungkin berperan, termasuk kebiasaan tidur dan pola aktivitas harian seseorang.
Sebuah studi terbaru menemukan, orang dengan kebiasaan begadang atau dikenal sebagai night owls, berpotensi memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi, dibandingkan mereka yang aktif di pagi hari atau memiliki pola tidur seimbang.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association dan dikutip dari Medical News Today ini, membandingkan individu yang cenderung lebih waspada pada malam hari, dengan mereka yang aktif di pagi hari (larks), serta kelompok di tengah-tengah (intermediate).
Selama masa pemantauan rata-rata 14 tahun, peneliti menemukan, kelompok night owls memiliki risiko serangan jantung atau stroke sekitar 16 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok intermediate.
Baca juga: Setop Bangga Begadang! Dokter Bilang Insomnia Kronis Itu Krisis Tersembunyi
Pada 2022, American Heart Association (AHA) memperbarui panduan kesehatan jantung Life’s Simple 7 menjadi Life’s Essential 8 dengan menambahkan komponen tidur sehat.
Langkah ini didasarkan pada bukti ilmiah selama puluhan tahun yang menunjukkan, kualitas tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung jangka panjang.
Delapan komponen Life’s Essential 8 meliputi pola makan sehat, aktivitas fisik, berhenti merokok, tidur berkualitas, pengelolaan berat badan, kontrol kolesterol, pengendalian gula darah, dan tekanan darah.
Ilustrasi wanita mengantuk karena begadang. (Freepik)
Dalam studi ini, peneliti ingin mengetahui apakah tipe kronobiologi seseorang (chronotype) berkaitan dengan skor Life’s Essential 8 dan risiko penyakit kardiovaskular.
Mereka menduga, kebiasaan begadang bisa menjadi penanda ketidaksinkronan ritme sirkadian, yakni jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, ketidaksesuaian antara ritme alami terang-gelap dengan jam biologis tubuh, berhubungan dengan gangguan metabolik dan kardiovaskular.
Hal ini juga menjelaskan, mengapa pekerja shift memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today