Ilustrasi gangguan kesehatan jantung di usia muda. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Banyak orang masih mengira gangguan kesehatan jantung hanya identik dengan usia lanjut. Padahal, kenyataannya saat ini tidak sedikit anak muda yang mulai mengalami gangguan pada jantung.
Salah satu yang cukup sering muncul adalah gangguan irama jantung atau aritmia, kondisi yang sering kali dipicu oleh stres hingga pola hidup yang kurang sehat.
Aritmia adalah kondisi ketika detak jantung tidak berdetak secara normal. Jantung bisa terasa berdetak lebih cepat, berdebar-debar, atau justru tidak teratur.
Baca juga: Menkes dan Program Cek Kesehatan Gratis Raih Penghargaan Asia-Pasifik
Pada sebagian orang, kondisi ini mungkin hanya muncul sesekali. Namun jika sering terjadi dan tidak ditangani dengan baik, gangguan irama jantung bisa memengaruhi fungsi jantung secara keseluruhan.
Menariknya, kasus seperti ini kini tidak hanya ditemukan pada orang berusia lanjut. Anak muda pun mulai cukup banyak yang mengalaminya, terutama mereka yang memiliki tingkat stres tinggi dan gaya hidup kurang sehat.
Stres yang berlebihan ternyata bisa berdampak langsung pada kesehatan jantung. Ketika seseorang sedang mengalami stres atau kecemasan, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin lebih banyak.
Hormon ini berfungsi sebagai respons tubuh terhadap tekanan. Namun di sisi lain, adrenalin juga bisa membuat detak jantung menjadi lebih cepat dan kadang terasa tidak stabil.
Baca juga: Apa Itu Spermatogenesis? Ini Proses Terbentuknya Sperma pada Pria
Selain stres, ada juga beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa memicu gangguan irama jantung di usia muda, seperti:
Jika kebiasaan di atas dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, efeknya bisa ikut memengaruhi kesehatan jantung.
Risiko gangguan irama jantung sebenarnya bisa ditekan dengan menerapkan beberapa kebiasaan sehat sejak dini.
Baca juga: Cara Mencegah Campak pada Anak, dari Vaksin hingga Jaga Kebersihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayapada Hospital