INDOZONE.ID - Ahli gizi sepakat kalau nutrisi itu penting banget buat perkembangan otak dan daya ingat anak.
Karena itu, sayuran hijau dan berwarna jadi pilihan yang bagus buat bantu otak anak tetap aktif dan berkembang dengan baik.
Penelitian dari Harvard Health dan American Academy of Pediatrics juga menyebut kalau sayur seperti bayam, wortel, dan tomat punya kandungan yang bisa bantu otak anak tetap aktif dan tumbuh dengan baik.
Kandungan sayuran seperti folat, zat besi, kolin, dan vitamin K, ternyata bisa memperkuat koneksi antar sel otak dan meningkatkan konsentrasi anak, terutama di usia pertumbuhan.
Masalahnya, banyak anak yang kurang suka makan sayur karena rasanya dianggap nggak enak.
Padahal, kalau dibiasakan dari kecil dan diolah dengan cara yang kreatif, sayur bisa jadi menu makan mereka sehari-hari.
7 Sayuran yang Bagus untuk Perkembangan Otak dan Ingatan Anak
Berikut ini adalah 7 sayuran yang dikenal bagus untuk bantu perkembangan otak dan daya ingat anak:
1. Bayam
Bayam itu superfood yang murah. Sayur hijau ini kaya zat besi, vitamin K, dan asam folat yang semuanya bagus buat perkembangan otak. Bayam juga bantu produksi sel-sel baru di tubuh, termasuk sel otak.
Kandungan antioksidan dalam bayam juga membantu melindungi otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Kalau anak kurang suka, coba sajikan dalam bentuk omelet bayam, sayur bening, atau tumis.
Baca juga: 8 Buah yang Cocok untuk Mengecilkan Perut, Yuk Jangan Ragu Diet!
2. Brokoli
Brokoli adalah sayur hijau yang kaya vitamin C dan vitamin K. Nutrisi ini bantu jaga fungsi otak dan daya ingat. Selain itu, brokoli juga punya antioksidan yang bisa lindungi otak dari kerusakan.
Kalau anak kurang tertarik, kamu bisa coba bikin brokoli panggang dengan keju, atau campur ke dalam macaroni schotel. Rasanya tetap enak, tapi gizinya tetap maksimal.
3. Wortel
Wortel dikenal sebagai sumber beta-karoten yang tinggi, yang bisa diubah tubuh menjadi vitamin A. Selain baik untuk mata, vitamin A juga membantu melindungi sistem saraf dan mendukung perkembangan otak.
Rasanya yang manis alami membuat wortel gampang disukai anak. Bisa dikukus, ditumis, atau dijadikan camilan sehat seperti stik wortel rebus atau jus.
Baca juga: 5 Sayuran Segar yang Paling Ampuh Jaga Hidrasi Tubuh
4. Kacang Polong
Kacang polong punya kandungan vitamin B1, zat besi, dan protein yang bisa bantu anak tetap fokus dan punya energi sepanjang hari. Bentuknya kecil dan warnanya lucu, jadi banyak anak yang tertarik.
Kandungan gulanya yang rendah membuatnya jadi pilihan sayur sehat yang juga bisa menyeimbangkan gula darah, sehingga anak bisa lebih konsentrasi. Kamu bisa campurkan ke nasi goreng atau campurkan ke telur dadar.
5. Tomat
Tomat mengandung likopen dan vitamin C yang bisa bantu jaga sel-sel otak biar tetap sehat. Selain itu, tomat juga bantu melancarkan aliran darah ke otak, jadi anak bisa lebih fokus saat belajar.
Kalau anak nggak suka makan tomat langsung, coba sajikan dalam bentuk saus spaghetti homemade, campur ke dalam orak-arik telur, atau jadikan jus.
Baca juga: 7 Manfaat Minum Jus Wortel Campur Lemon Setiap Hari
6. Labu Kuning
Labu kuning punya kandungan vitamin A, vitamin C, dan magnesium yang tinggi. Semua ini berperan dalam menjaga kesehatan otak dan mendukung pertumbuhan saraf.
Rasanya yang lembut dan agak manis bikin labu kuning mudah diterima anak. Kamu bisa olah jadi sup krim, campuran bubur, atau campurkan ke dalam adonan pancake.
7. Kembang Kol
Mirip brokoli, kembang kol juga tinggi kolin, yaitu zat penting untuk perkembangan otak dan daya ingat. Sayur ini juga kaya vitamin dan serat yang bisa bantu anak tetap sehat dan bertenaga.
Rasanya cenderung netral, jadi gampang dipadukan dengan makanan lain. Kamu bisa menyajikannya dalam bentuk sup, dicampur ke dalam tumisan sayur, atau direbus dan diberi taburan keju biar anak lebih tertarik.
Baca juga: 7 Buah yang Bisa Bantu Redakan Cemas, Ampuh Tanpa Obat!
Dengan rutin mengonsumsi sayuran seperti bayam, brokoli, wortel, hingga kembang kol, anak bisa tumbuh lebih fokus dan cerdas.Yuk, mulai biasakan makan sayur dari sekarang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline