Minggu, 27 JULI 2025 • 11:25 WIB

Waspadai Degenerasi Makula: Penyebab Utama Gangguan Penglihatan pada Lansia

Author

Ilustrasi lansia yang mengalami gangguan penglihatan, akibat degenerasi makula. (Freepik)

INDOZONE.ID - Degenerasi makula terkait usia atau Age-Related Macular Degeneration (AMD), merupakan penyebab utama gangguan penglihatan berat pada orang dewasa usia di atas 50 tahun. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, sekitar 1,8 juta orang telah mengalami AMD, dan 7,3 juta lainnya berisiko tinggi mengalami gangguan penglihatan akibat penyakit ini. 

Orang kulit putih memiliki risiko lebih tinggi terkena AMD dibanding ras lainnya. Lalu, perempuan cenderung mengalami kondisi ini pada usia yang lebih muda dibanding laki-laki.

Apa Itu AMD?

Dikutip dari American Optometric Association, AMD terjadi akibat perubahan pada makula, yaitu bagian kecil pada retina di lapisan belakang dalam mata yang berperan penting dalam penglihatan pusat. AMD terbagi menjadi dua jenis, kering (atrofik) dan basah (eksudatif). 

Mayoritas penderita mengalami AMD kering. Meski belum ada pengobatan spesifik untuk jenis ini, sejumlah penelitian menunjukkan, suplemen vitamin, pola makan Mediterania, perlindungan dari sinar ultraviolet, serta berhenti merokok dapat memperlambat perkembangannya. 

Jenis AMD basah yang lebih jarang, dapat ditangani melalui suntikan intraokular obat anti-VEGF, terutama jika dideteksi sejak dini.

Baca juga: Waspadai Keratitis, Peradangan Kornea yang Dapat Ganggu Penglihatan

Penyebab dan Faktor Risiko

  • Faktor keturunan
  • Paparan sinar ultraviolet
  • Kebiasaan merokok
  • Pola makan yang buruk
  • Kurang aktivitas fisik

Gejala AMD

Pada tahap awal, gejala AMD sering kali tidak disadari, antara lain:

  • Penglihatan kabur secara bertahap
  • Bentuk objek tampak berubah atau distorsi
  • Garis lurus tampak bergelombang atau bengkok
  • Warna tampak pudar
  • Muncul area gelap atau kosong di pusat penglihatan

Ilustrasi lansia sedang melakukan pemeriksaan mata akibat degenerasi makula. (Freepik)

Diagnosis

Jika kamu mengalami gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan ini dapat memastikan adanya AMD atau gangguan mata lainnya. 

Dokter juga dapat memberikan alat sederhana untuk pemeriksaan di rumah, seperti Amsler Grid. Perlu diketahui, penglihatan pusat yang sudah hilang akibat AMD tidak bisa dikembalikan. 

Namun, alat bantu penglihatan seperti lensa teleskopik atau mikroskopik, dapat membantu memaksimalkan sisa penglihatan.

Pengobatan

Pada AMD kering, jaringan makula secara bertahap menipis dan kehilangan fungsinya. Belum ditemukan obat untuk jenis ini, dan kehilangan penglihatan tidak dapat dipulihkan. 

Namun, perubahan pola makan dan konsumsi suplemen nutrisi, dapat memperlambat kerusakan penglihatan.

Sementara itu, pada AMD basah, pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah makula dan menyebabkan kebocoran cairan yang mengaburkan penglihatan pusat. 

Jenis ini berkembang cepat dan bisa menyebabkan gangguan penglihatan parah. Jika terdeteksi dini, pengobatan dengan suntikan anti-VEGF bisa memperlambat atau menghentikan kerusakan.

Beberapa nutrisi seperti lutein, zeaxanthin, omega-3, vitamin C, vitamin E, dan zinc diketahui dapat mengurangi risiko penyakit mata, termasuk AMD.

Pencegahan

  • Gunakan kacamata pelindung UV
  • Jaga kesehatan jantung dan rutin berolahraga
  • Kendalikan diabetes dan tekanan darah tinggi dengan baik
  • Hindari produk tembakau seperti rokok, cerutu, atau vape

Baca juga: Hati-hati! Kopi Instan Dianggap Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Penglihatan hingga Tujuh Kali Lipat

Nutrisi dan AMD

Menjaga kualitas penglihatan sangat penting bagi kualitas hidup. Penelitian Age-Related Eye Disease Study (AREDS2) yang dilakukan National Eye Institute menunjukkan, konsumsi nutrisi tertentu setiap hari, baik dari makanan maupun suplemen, dapat membantu memperlambat perkembangan AMD.

Berikut nutrisi yang terbukti bermanfaat:

  1. Lutein dan Zeaxanthin
    Dibutuhkan 10 mg lutein dan 2 mg zeaxanthin per hari. Terdapat dalam sayuran hijau dan telur. Berperan mengurangi risiko penyakit mata kronis.
  2. Vitamin C
    Dibutuhkan 500 mg per hari. Ketika dikombinasikan dengan beta-karoten, vitamin E, dan zinc, vitamin C dapat memperlambat penurunan penglihatan akibat AMD hingga 25 persen.
  3. Vitamin E
    Dosis yang direkomendasikan adalah 400 IU per hari. Bersama antioksidan lain, vitamin E memperlambat perkembangan AMD dan menurunkan risiko kehilangan ketajaman penglihatan.
  4. Zinc
    Dosis 40–80 mg per hari terbukti memperlambat perkembangan AMD sebesar 25 persen, dan menurunkan kehilangan ketajaman penglihatan hingga 19 persen. Karena zinc dapat mengganggu penyerapan tembaga, suplemen tembaga juga disarankan.
  5. Omega-3
    Sumbernya dari ikan berlemak. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan dosis dan jenis terbaiknya.

Jika kamu berusia di atas 50 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan gangguan mata, atau mengalami gejala seperti penglihatan kabur dan distorsi garis, segera periksakan mata. 

Oleh karena itu, mendeteksi AMD sejak dini dan menjaga pola hidup sehat, merupakan langkah terbaik untuk mempertahankan penglihatan kamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU