INDOZONE.ID - Pernah nggak sih Kamu kebawa scroll media sosial terus sampai malam banget, padahal isinya cuma berita sedih, konflik, atau hal-hal negatif lainnya?
Nah, itu namanya doomscrolling, kebiasaan nyari berita buruk yang susah banget buat dihentikan.
Buat anak muda sekarang, doomscrolling ini bisa bikin kesehatan mental kita jadi nggak enak, lho.
Yuk, kita bahas santai kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara ngatasinnya!
Baca juga: 5 Jenis Obat Sehari-hari yang Bisa Merusak Jantung, Waspada!
Apa itu Doomscrolling?
Doomscrolling itu kebiasaan di mana kita terus-terusan scroll konten yang negatif, kayak berita buruk, konflik, atau bencana, padahal makin lama makin bikin mood jadi turun.
Orang yang suka doomscrolling nggak cuma pengen update berita, tapi rasanya kayak ketagihan buat ngadepin hal-hal negatif itu terus-menerus.
Menurut University of Florida, doomscrolling itu bukan cuma tren yang keren didenger, tapi sebenarnya perilaku unik di mana orang yang suka hal negatif malah terus-terusan nyari info negatif, walaupun itu bikin mereka ngerasa buruk secara emosional.
Ada juga studi yang review tentang doomscrolling bilang, terutama waktu pandemi, kebiasaan ini makin banyak dan berdampak ke kesehatan mental dan fisik kita.
Baca juga: 5 Suplemen yang Sebaiknya Tidak Diminum Bersamaan dengan Kopi, Apa Saja?
Jadi, bukan cuma bikin stres di kepala, tapi juga bisa ganggu kesejahteraan secara keseluruhan.
Kenapa Anak Muda Rentan Doomscrolling?
Beberapa hal bikin anak muda gampang terjebak doomscrolling, nih:
- Kecanduan media sosial: Ternyata, kecanduan medsos bisa jadi tanda awal kalau seseorang bakal sering doomscrolling. Ada penelitian di Turki yang nunjukin, remaja yang kecanduan medsos di awal, dua bulan kemudian lebih sering doomscrolling.
- FOMO dan pengen selalu update: Karena takut ketinggalan info atau jadi “gaptek,” banyak orang terus scroll buat cari “update terbaru,” walau kontennya negatif.
- Algoritma yang bikin makin parah: Media sosial biasanya bakal kasih Kamu lebih banyak konten yang bikin emosi naik turun. Jadi kalau Kamu sering lihat berita buruk, algoritma bakal terus munculin konten negatif lainnya.
Baca juga: Siaga Imunisasi Kepada Lebih dari 1.000 Anak, Wujudkan Generasi Emas Anak Indonesia
- Krisis eksistensial dan kegelisahan dunia: Belakangan, penelitian juga nemuin kalau doomscrolling terkait sama rasa cemas tentang hidup, kayak merasa hidup nggak ada artinya atau sering mempertanyakan eksistensi diri.
Jadi, faktor-faktor ini saling berkaitan dan bikin kita susah lepas dari kebiasaan doomscrolling.
Dampak Nyata ke Mental dan Hidup Sehari-hari
Berikut dampak paling nyata dari doomscrolling yang sering terasa tapi kadang nggak kita sadari:
1. Kecemasan, Stress dan Mood Negatif Terus-menerus
Kalau sudah kebawa doomscrolling terus-menerus, mood kita lama-lama bisa makin buruk, lho.
Kita bisa jadi merasa cemas, frustrasi, sedih, atau bahkan kesal tanpa sebab jelas.
Baca juga: Kenali Makna Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober dan Cara Merayakannya
Menurut Harvard Health, kalau kita terus-terusan menyerap konten negatif tanpa henti, itu bisa bikin kesehatan mental kita turun dan bikin hidup terasa kurang memuaskan.
Nggak cuma itu, ada juga penelitian di jurnal Health Communication yang nemuin kalau sekitar 16,5% orang yang ikut survei ternyata punya kebiasaan konsumsi berita yang bermasalah yang akhirnya bikin mereka lebih gampang stres dan cemas.
Jadi, doomscrolling ini bukan cuma soal buang waktu, tapi juga benar-benar bisa berdampak buruk buat perasaan dan pikiran kita.
Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk Setelah Olahraga yang Harus Kamu Hindari Biar Gak Cepat Lelah
2. Gangguan Tidur dan Lupa Waktu
Scroll terus sampai malam juga bisa bikin kita susah tidur, karena pikiran masih terus aktif meskipun lampu sudah dimatikan.
Mayo Clinic bilang, doomscrolling bisa bikin kita menunda tidur karena pengen scroll lebih lama, yang disebut juga dengan sleep procrastination.
Kalau kurang tidur, besoknya mood kita bisa gampang berubah, mental jadi nggak sekuat biasanya, dan konsentrasi juga menurun.
Jadi, kebiasaan scroll malam-malam ini nggak cuma ganggu waktu istirahat, tapi juga bikin kita nggak siap buat jalani hari berikutnya dengan baik.
Baca juga: 8 Ciri Kanker Payudara yang Sering Diabaikan Perempuan, Waspada!
3. Fokus dan Produktivitas Menurun
Kalau otak kita terus disibukin sama berita negatif, fokus buat ngerjain tugas sekolah, kuliah, atau kerja bisa buyar banget.
Studi berjudul “Doomscrolling and the Student Brain” bilang kalau doomscrolling bisa bikin performa akademik turun karena stres yang makin tinggi dan fokus yang terganggu.
Selain itu, cara berpikir kritis kita juga bisa ikut terganggu.
Soalnya, pikiran jadi lebih tertarik sama konten yang penuh emosi daripada yang berdasarkan logika atau rasional.
Baca juga: 5 Manfaat Olahraga Lari yang Jarang Diketahui, Gak Cuma Bakar Lemak Loh!
Jadi, doomscrolling nggak cuma bikin kita stres, tapi juga bisa bikin kita susah mikir jernih dan ambil keputusan dengan baik.
4. Kecemasan Eksistensial dan Kehilangan Makna
Ternyata, doomscrolling bisa bawa kita ke titik di mana kita mulai mempertanyakan arti hidup.
Studi dari Flinders University menunjukkan kalau kebiasaan ini bisa bikin kita lebih mudah memiliki prasangka dan kecurigaan terhadap orang lain, bahkan merasa hidup “nggak ada artinya.”
Perasaan kayak gini bisa memicu rasa isolasi, di mana kita merasa terpisah dari orang lain, dan juga kegelisahan internal yang susah banget dijelaskan.
Baca juga: Mau Diet Berhasil? Berdamai Dulu Sama Pikiran dan Makananmu
Jadi, bukan cuma dampak langsung ke mood atau kesehatan mental, tapi doomscrolling bisa bawa perasaan lebih dalam yang bikin kita ngerasa nggak terhubung dengan dunia sekitar.
5. Dampak Fisik dan Kesehatan Tubuh
Duduk lama sambil doomscrolling nggak cuma bikin mata lelah dan postur tubuh jadi buruk, tapi juga punya efek fisik lain yang nggak kalah serius.
Harvard bilang, kebiasaan ini bisa bikin sakit leher, otot jadi tegang, tekanan darah naik, bahkan ganggu pencernaan.
Selain itu, secara emosional kita juga bisa merasa remuk karena terus-terusan kena berita negatif, dan fisik kita akhirnya ikut “kena imbasnya.”
Baca juga: "Doing Nothing” Bisa Jadi Self‑Care Terbaik, Ini Alasannya Menurut Psikolog
Jadi, doomscrolling nggak cuma ngerusak mood, tapi juga berdampak langsung ke kesehatan tubuh kita.
Cara “Keluar” dari Lingkaran Doomscrolling
Kalau Kamu ngerasa udah mulai terjebak doomscrolling, coba deh beberapa tips simpel tapi ampuh ini:
- Batas waktu scrolling: Misalnya cuma 15-20 menit tiap kali buka media sosial. Setelah itu, berhenti. Mayo Clinic juga nyaranin buat cek mood Kamu setiap beberapa menit; kalau makin buruk, mending stop aja.
- Batasi sumber berita: Pilih cuma 1-2 sumber berita yang terpercaya, dan cek mereka secara rutin. Jangan sampai kebawa sama semua clickbait negatif yang bertebaran.
Baca juga: Gak Harus Gym! Ini 7 Olahraga Simple yang Bisa Bakar Kalori di Rumah
- Digital detox dan istirahat dari layar: Coba mulai aktivitas yang nggak berhubungan sama layar, kayak jalan kaki, baca buku, olahraga, atau meditasi.
- Filter dan kontrol konten: Unfollow akun-akun yang suka posting hal negatif terus-menerus. Atur feed Kamu supaya lebih banyak konten positif atau yang bermanfaat.
- Cari dukungan sosial dan ngobrol: Kadang kita butuh cerita ke teman atau keluarga. Kalau stress makin berat, nggak ada salahnya juga minta bantuan psikolog.
Dengan cara-cara ini, Kamu bisa mulai mengurangi kebiasaan doomscrolling dan jaga kesehatan mental Kamu tetap baik.
Doomscrolling memang kelihatannya cuma aktivitas kecil dan biasa, tapi dampaknya ke mental dan hidup kita bisa cukup serius. Apalagi buat anak muda yang gampang terpengaruh, penting banget untuk sadar dan mulai belajar mengatur kebiasaan ini.
Kamu nggak harus jadi “anti sosial media” atau berhenti pakai medsos sama sekali.
Yang penting, jadi pengguna yang lebih cerdas: scroll dengan batas waktu, jangan langsung percaya begitu saja, dan pilih konten yang positif atau bikin Kamu berkembang.
Dengan cara itu, Kamu tetap bisa enjoy media sosial tanpa harus ngerusak mood dan kesehatan mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber