INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu pulang kantor atau setelah shift kerja terus tiba-tiba kepala muter, badan rasanya nggak enak, mungkin kayak “berasa demam” meskipun saat diperiksa suhu tubuh nggak naik signifikan?
Nah, ternyata fenomena ini nggak selalu gara-gara “kecapekan biasa” aja, ada banyak faktor yang bisa bikin kondisi tubuh kita kayak gitu. Yuk kita bedah bareng-bareng!
1. Salah satu penyebab utama: Stres Kerja dan Beban Berlebih
Jadi gini, ketika kamu kerja dengan beban tinggi, jam kerja panjang, target gila, atau kerjaan numpuk, tubuh dan otak kita “dipaksa” terus tanpa istirahat yang cukup.
Nggak heran kalau akhirnya muncul sakit kepala yang ganggu banget.
Studi dari Jepang menemukan bahwa pekerja workaholic cenderung lebih sering mengalami sakit kepala yang memengaruhi performa kerja mereka.
Baca juga: Sering Kardio tapi Gak Ada Hasil? Mungkin Kamu Masih Lakukan 4 Hal Ini
Lebih spesifik, penelitian cross-sectional terhadap 5.802 orang menunjukkan bahwa baik yang kerja terlalu berlebihan (working excessively) maupun yang kerja secara kompulsif (working compulsively) punya korelasi kuat sama sakit kepala.
Nggak cuma itu, riset di Eropa juga bilang kalau pekerja yang sering menghadapi stres tinggi, bos yang menekan, atau kurang tidur punya kemungkinan lebih besar untuk keluhan sakit kepala.
Nah, sakit kepala yang muncul ini bisa bikin kamu merasa “kayak demam”, atau kombinasi antara pusing dan badan kurang enak.
Jadi nggak heran kalau setelah pulang kerja kamu ngerasa nggak fit, padahal suhu tubuh normal.
2. Faktor lingkungan kerja: Pencahayaan, suhu, dan ventilasi
Pernah nggak sih kamu kerja di ruangan super terang, banyak kilatan laptop, layar monitor yang numpuk, atau AC mati terus jadi pengap banget?
Baca juga: Ini Dia Jenis Olahraga yang Cocok Buat Penderita Diabetes Sesuai Saran Dokter!
Ternyata kondisi kayak gini bisa bikin pusing. Studi menunjukkan kalau pencahayaan kantor bisa jadi pemicu migrain, karena retina dan saraf mata kita harus kerja ekstra keras.
Selain itu, kalau kamu kerja di lingkungan panas, lembap, atau kena suhu tinggi terus-menerus, tubuh bisa mengalami stress termal (heat stress).
Gejalanya? Bisa pusing, badan berasa demam, sampai kelelahan berat.
Jadi wajar banget kalau setelah pulang kerja kamu ngerasa pusing plus badan nggak enak.
Kadang itu bukan cuma capek, tapi tubuh lagi kasih sinyal karena lingkungan kerja kurang ideal.
Baca juga: 5 Cara Mengenali Minyak Zaitun Asli agar Tak Tertipu Campuran
3. Kombinasi fisik dan mental: Kelelahan yang nggak selesai
Selain stres dan lingkungan, kelelahan fisik dan mental juga punya pengaruh besar.
Kalau tubuh terus dipaksa kerja tanpa istirahat cukup, kurang minum, atau kita cuekin sinyal tubuh, otak dan sistem saraf bisa “jatuh mode”.
Akibatnya muncul gejala seperti pusing, badan hangat, bahkan berasa demam.
Contohnya, sebuah studi di pabrik garmen Kamboja menemukan bahwa saat suhu kerja naik, 51% pekerja melaporkan kelelahan, dan 44% mengalami sakit kepala.
Jadi sebenarnya, penyebab pusing plus berasa demam setelah pulang kerja bukan cuma satu faktor, tapi seringnya kombinasi stres plus lingkungan plus kelelahan.
Makanya penting banget buat dengerin tubuh, jaga hidrasi, istirahat cukup, dan atur kondisi kerja sebaik mungkin.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sepele saat Yoga yang Bisa Bikin Sendi Cepat Rusak
4. Kenapa “berasa demam” padahal mungkin suhu tubuh normal
Mungkin kamu mikir, “kok nggak demam tapi rasanya kayak demam ya?” Nah, secara medis ada istilah yang mirip, namanya hipertermia kerja atau heat stress.
Bedanya, suhu tubuh naik bukan karena infeksi, tapi karena faktor eksternal seperti panas atau aktivitas fisik berat, dan faktor internal seperti kurang minum atau kurang istirahat.
Selain itu, sistem imun dan saraf juga bisa bereaksi sama stres dari lingkungan atau kerjaan. Tubuh kadang ngasih sinyal “kayak demam” meski sebenarnya bukan karena virus.
Jadi sebelum panik mikir sakit, coba lihat dulu gaya hidup, pola kerja, dan kondisi fisik kamu sehari-hari.
Tips supaya nggak terus-terusan kayak gitu
Oke, sekarang kita udah tahu penyebabnya. Terus gimana biar nggak pusing dan berasa demam pas pulang kerja? Coba beberapa tips ini:
Baca juga: Sering Bingung Bedain Psikolog dan Psikiater? Ini Penjelasan Simpelnya!
1. Istirahat cukup
Usahakan tidur 7–8 jam per malam supaya tubuh dan otak bisa recovery. Tidur itu bukan cuma buat capek fisik, tapi juga biar otak nggak “overload”.
2. Break teratur
Kalau kerja di meja atau depan laptop, tiap 30–60 menit bangun sebentar, stretching, atau lihat jauh dari layar. Mata dan otakmu bakal berterima kasih.
3. Hidrasi yang cukup
Jangan sampai kekurangan cairan! Dehidrasi bisa bikin pusing, lemas, bahkan mood down. Jadi pastikan selalu bawa botol minum.
Baca juga: Rahasia di Balik Durian, Si Raja Buah yang Punya Khasiat Luar Biasa
4. Atur pencahayaan dan ventilasi
Kalau bisa, tempatkan meja dekat jendela biar ada cahaya alamdemi, kurangi glare layar, dan gunakan cahaya lembut. Udara segar juga bikin badan nggak gampang capek.
5. Atur beban kerja dan stres
Jangan takut ngomong ke atasan kalau deadlinenya gila. Kadang kita butuh “slow down” supaya nggak burnout. Ingat, kerja produktif itu beda sama kerja nonstop sampai habis energi.
6. Monitor gejala tubuh
Kalau pusing dan berasa hangat terus-menerus, jangan diabaikan. Bisa jadi sinyal tubuh untuk cek kondisi ke dokter, karena kesehatan itu prioritas.
Baca juga: Cek 15 Tanda Penting Tubuhmu Kekurangan Vitamin C Sebelum Terlambat, Jangan Anggap Remeh!
Jadi, kalau kamu sering pulang kerja dengan kepala muter dan badan kayak nggak enak atau berasa demam, kayak sebuah alert dari tubuh kamu, bisa jadi kombinasi stres kerja, lingkungan yang nggak nyaman, dan kelelahan yang nggak disadari.
Dengan menyadarinya dan melakukan langkah-langkah pencegahan, kamu bisa banget “mencegah episode” itu datang.
Tapi ya, kalau kondisinya terus-terusan dan makin parah, jangan sungkan untuk cek ke dokter ya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber