INDOZONE.ID - Pernah dengar golongan darah golden blood? Golongan darah "golden blood" adalah jenis Rh-null, yaitu golongan darah yang sama sekali tidak memiliki antigen Rhesus pada sel darah merahnya.
Di seluruh dunia, diperkirakan kurang dari 50 orang memiliki golongan darah golden blood.
Mereka membawa golongan darah Rh-null, jenis darah yang sangat langka dan disebut dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Kini, para ilmuwan berlomba untuk menumbuhkan darah tersebut di laboratorium.
Baca juga: 4 Alasan Mengapa Golongan Darah O Lebih Sering Digigit Nyamuk, Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Terobosan ini dinilai bisa mengubah masa depan transfusi darah global.
Menurut American Red Cross, suatu golongan darah dianggap langka jika hanya ditemukan pada kurang dari 1 dari 1.000 orang.
Namun Rh-null jauh lebih jarang lagi, yakni sekitar 1 dari 6 juta orang.
Apa yang Membuat Golden Blood Istimewa?
Untuk memahaminya, kita perlu mengetahui bagaimana golongan darah diklasifikasikan.
Golongan darah ditentukan oleh antigen, yaitu protein dan gula pada permukaan sel darah merah yang memberi tahu sistem imun mana darah yang "sesuai" dan mana yang dianggap "asing."
"Jika seseorang menerima donor darah dengan antigen yang berbeda, tubuh akan membentuk antibodi untuk menyerang darah tersebut. Jika hal itu terjadi lagi, reaksinya bisa mengancam jiwa," jelas Ash Toye, Profesor Biologi Sel di University of Bristol seperti dilansir BBC, Sabtu (22/11/2025).
Dua sistem golongan darah yang paling kuat memicu reaksi imun adalah sistem ABO dan Rhesus (Rh).
Sistem ABO menentukan apakah seseorang memiliki antigen A, B, keduanya, atau tidak sama sekali.
Sementara sistem Rh melihat apakah seseorang memiliki protein RhD, yang kemudian menentukan status positif atau negatif.
Kombinasi keduanya menghasilkan 8 golongan darah utama, yakni A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+, dan O-.
Golongan darah O-negatif sering disebut sebagai donor universal, karena tidak memiliki antigen A, B, maupun RhD, sehingga relatif aman untuk kebanyakan pasien.
Namun sistem Rh tidak hanya mencakup antigen D. Faktanya, ada lebih dari 50 antigen Rh.
"Kami biasanya memeriksa RhD karena antigen ini paling berisiko memicu reaksi imun. Tetapi ini bukan satu-satunya antigen yang penting," terang Dr. Zaher Otrock dari Cleveland Clinic.
Baca juga: Golongan Darah O Dilarang Minum Kopi? Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya!
Pada penderita Rh-null, tidak ada satu pun antigen Rh dalam darah mereka, artinya bahkan darah O-negatif pun bisa memicu reaksi berbahaya. Karena itu, orang dengan Rh-null hanya dapat menerima transfusi dari sesama Rh-null. Jumlah pendonor pun sangat terbatas.
Meski begitu, golongan darah ini memiliki nilai medis sangat tinggi karena dapat digunakan untuk membantu pasien dengan golongan darah Rh langka lainnya. Inilah alasan Rh-null dijuluki "golden blood" atau darah emas.
Karena jumlahnya amat sedikit, para ilmuwan kini berupaya mengembangkan Rh-null secara mandiri di laboratorium untuk meningkatkan ketersediaannya.
Pada 2018, tim Ash Toye berhasil menciptakan kembali darah Rh-null menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR-Cas9.
Namun karena teknologi tersebut masih kontroversial dan sangat diatur, diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum darah hasil laboratorium dapat digunakan pada manusia.
Untuk saat ini, Toye tengah memimpin uji klinis RESTORE, studi pertama yang menguji sel darah merah hasil budaya laboratorium yang dikembangkan dari sel punca donor, untuk ditransfusikan kepada manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: New York Post