INDOZONE.ID - Belakangan ini, istilah ptosis viral di berbagai platform sosial media. Ptosis adalah kondisi dimana kelopak mata turun, jadi seakan mata terlihat mengantuk.
Kondisi ini diakibatkan karena berkurangnya otot yang berfungsi untuk mengendalikan kelopak mata. Ptosis bisa saja terjadi pada kedua atau salah satu kelopak mata. Di kasus yang parah, ptosis bisa menutupi sebagian atau seluruh pupil, jadi bisa mengganggu penglihatan.
Selain itu, kondisi ptosis bisa saja muncul sejak lahir atau di kemudian hari. Apabila terjadi secara tiba-tiba, masalah ini berhubungan dengan kondisi medis yang serius pada saraf, otak, atau rongga mata.
Baca juga: Penjelasan Food Genomics, Pola Makan Berbasis Genetik yang Bisa Perbaiki Tren Kesehatan Masyarakat
Jenis-Jenis Ptosis
Congenital Ptosis
Congenital Ptosis merupakan kondisi kelopak mata turun sejak dilahirkan. Umumnya terjadi karena otot levator yang tidak berkembang sempurna saat masa kehamilan. Levator ini memiliki tugas untuk mengangkat kelopak mata tersebut.
Tidak berkembang sempurnanya levator membuat kelopak mata bayi terlihat lebih rendah dari seharusnya. Oleh karena itu, segera lakukan pemeriksaan dini supaya gangguan penglihatan bisa diatasi dengan cepat.
Acquired Ptosis
Acquired Ptosis adalah kondisi ptosis yang terjadi di kemudian hari, biasanya ketika dewasa. Kondisi ini diakibatkan lemahnya otot levator dari kelopak mata.
Ada beberapa gejala yang sering muncul dan bertahap, mulai dari terasa mengganggu saat ingin menutup kelopak mata, atau adanya perubahan bentuk.
Sementara itu, penyebab kondisi ini beragam, mulai dari usia, trauma pada bagian mata, penggunaan lensa kontak berdurasi lama, dan gangguan kesehatan lainnya.
Baca juga: Kelebihan Sel Darah Putih: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Penyebab Ptosis
Kondisi Alami
Dalam sebagian kasus, ptosis muncul akibat penuaan yang dialami oleh orang lanjut usia. Levator yang berfungsi mengendalikan mata bakal meregang dan melemah seiring bertambahnya usia. Ini membuat kelopak mata akan menurun.
Ptosis juga timbul karena kelainan kongenital yang dialami sejak bayi. Kondisi ini karena adanya kelainan dalam perkembangan otot levator selama di dalam kandungan.
Kondisi Medis Tertentu
Selain bawaan alami, ptosis juga muncul karena adanya masalah medis tertentu, khususnya jika terjadi di kelopak mata. Beberapa kondisi medis yang menyebabkan ptosis, seperti cedera atau trauma pada mata, bintitan, myasthenia gravis, distrofi otot, sindrom horner, hingga diabetes.
Efek Samping Prosedur Medis
Kondisi ini memang jarang terjadi, namun bisa saja muncul akibat efek samping dari prosedur medis, misalnya katarak, suntik botox sekitar mata, atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK), prosedur untuk mengurangi gangguan mata minus.
Baca juga: 10 Jenis Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Berikut Gejala dan Cara Penularannya
Gejala Ptosis
Gejala utama ptosis yang paling sering terjadi adalah salah satu atau kedua kelopak mata menutupi sebagian atau seluruh pupil, yang bisa mengganggu penglihatan. Namun, ada beberapa gejala lain yang terjadi jika terkena ptosis, yaitu:
- Lipatan kelopak mata atas tidak simetris
- Punya kebiasaan angkat dagu atau menaikkan alis supaya bisa melihat dengan jelas
- Nyeri pada leher atau sakit kepala karena keseringan angkat dagu
- Adanya kelainan gerakan bola mata
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloamhospital.com, Jec.co.id