INDOZONE.ID - Lucid dream adalah kondisi ketika seseorang menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi, namun mimpi tersebut masih berlangsung.
Dalam keadaan ini, kamu bisa berpikir dengan sadar, bahkan mengendalikan alur mimpi, seperti terbang atau berpindah tempat.
Mimpi lucid sudah lama menarik perhatian banyak orang. Pengalaman ini terasa sangat nyata karena melibatkan emosi, penglihatan, pendengaran, bahkan sentuhan.
Tidak heran, jika lucid dream sering dianggap sebagai salah satu pengalaman tidur paling unik.
Fenomena ini sudah lama diteliti dalam dunia psikologi dan bisa dialami siapa saja, baik secara tidak sengaja maupun dengan latihan tertentu.
Bahkan, sebagian orang mengaku pernah mengalami lucid dream tanpa menyadarinya.
Pengertian Lucid Dream
Secara umum, lucid dream sering disebut sebagai mimpi sadar. Artinya, saat mimpi berlangsung, otak menyadari bahwa kejadian tersebut bukanlah kenyataan. Kesadaran ini bisa muncul secara tiba-tiba, misalnya saat kamu terbang di langit.
Dalam dunia ilmiah, lucid dream terjadi ketika otak berada pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu fase tidur di mana aktivitas otak meningkat dan mimpi muncul dengan jelas.
Pada fase ini, sebagian otak yang berfungsi untuk kesadaran dan logika kembali aktif, sementara tubuh tetap tidak bergerak karena mekanisme alami tidur.
Sekitar 50 persen populasi dunia mengalami mimpi lucid. Namun, masih sedikit yang diketahui tentang orang-orang yang mengklaim memiliki kemampuan untuk mengendalikan atau memanipulasi mimpi mereka.
Baca juga: 'Anxiety Dream', Mimpi Buruk Akibat Stres yang Diam-diam Rusak Kualitas Tidur
Perbedaan Lucid Dream dan Mimpi Biasa
Perbedaan utama lucid dream dan mimpi biasa terletak pada tingkat kesadaran:
1. Mimpi Biasa: Kamu tidak sadar bahwa sedang bermimpi dan hanya mengikuti alur mimpi.
2. Lucid Dream: Kamu sadar bahwa semua kejadian hanyalah mimpi dan bisa berpikir secara sadar.
Namun, tidak semua lucid dream bisa dikontrol sepenuhnya. Ada juga lucid dream di mana seseorang hanya menyadari, sedang bermimpi tanpa bisa mengubah jalannya cerita.
Manfaat Mimpi Lucid
Mimpi lucid bukan hanya pengalaman yang unik, tetapi juga bisa memberi beberapa manfaat jika terjadi secara alami dan tidak berlebihan, di antaranya:
1. Membantu Mengatasi Mimpi Buruk
Salah satu manfaat mimpi lucid yang paling sering dirasakan adalah, membantu mengurangi mimpi buruk. Saat seseorang sadar bahwa dirinya sedang bermimpi, rasa takut biasanya berkurang karena tahu bahwa semua itu tidak nyata.
2. Membantu Mengurangi Rasa Cemas dan Stress
Mimpi lucid bisa membantu sebagian orang mengurangi rasa cemas dan stress. Saat bermimpi dengan sadar, pikiran terasa lebih tenang dan emosi bisa lebih terkendali.
3. Membantu Meningkatkan Kreativitas
Dalam mimpi lucid, kita bisa membayangkan banyak hal tanpa batas. Banyak orang mendapatkan ide baru dari pengalaman ini, seperti ide menulis, menggambar, atau mencari solusi masalah. Imajinasi terasa lebih bebas dibanding saat bangun.
Bagaimana Proses Terjadinya Lucid Dream?
Saat tidur, tubuh melalui beberapa tahap. Pada fase REM, otak aktif dan mimpi terjadi. Biasanya, otak menerima mimpi tanpa mempertanyakan apa pun.
Namun pada lucid dream, otak tiba-tiba “menyala”, dan menyadari bahwa semua kejadian hanyalah mimpi.
- Inilah alasan mengapa dalam lucid dream:
- Kamu bisa berpikir seperti saat bangun
- Kamu bisa mengingat kehidupan nyata
- Kamu menyadari bahwa tubuh sedang tidur
Namun, tubuh tetap dalam kondisi lumpuh sementara, sehingga kamu tidak benar-benar bergerak di dunia nyata.
Baca juga: 4 Fase Tidur yang Menentukan Kualitas Istirahatmu, Apa Saja?
Cara Melakukan Mimpi Lucid
Berikut ini, cara lucid dream yang paling mudah dipahami untuk pemula:
1. Biasakan Mengecek Keadaan Sekitar
Dalam aktivitas sehari-hari, biasakan bertanya pada diri sendiri apakah sedang bermimpi atau tidak. Kebiasaan ini dapat terbawa ke dalam mimpi dan membantu munculnya kesadaran saat bermimpi.
2. Lakukan Reality Check Secara Rutin
Reality check adalah cara sederhana untuk memastikan apakah kita sedang bermimpi. Contohnya dengan melihat jam dua kali, membaca tulisan lalu melihatnya kembali, atau memperhatikan tangan sendiri. Lakukan beberapa kali dalam sehari.
3. Catat Mimpi Setelah Bangun Tidur
Setiap kali bangun tidur, usahakan mencatat mimpi yang masih diingat. Cara ini membantu otak mengenali pola mimpi dan meningkatkan kesadaran saat mimpi terjadi.
4. Niat Sebelum Tidur
Sebelum tidur, tanamkan niat dalam pikiran bahwa kamu ingin sadar saat bermimpi. Ulangi kalimat sederhana dengan tenang, tanpa paksaan.
5. Jaga Pola Tidur
Tidur yang cukup dan teratur sangat berpengaruh terhadap kualitas mimpi. Pola tidur yang baik memudahkan seseorang memasuki fase tidur yang memungkinkan mimpi lucid terjadi.
Apakah Mimpi Lucid Berbahaya?
Sampai sekarang, belum ada bukti ilmiah yang jelas bahwa mimpi lucid berbahaya bagi kesehatan. Jika terjadi secara alami dan tidak terlalu sering, mimpi lucid umumnya aman.
Namun, jika seseorang sengaja mengganggu waktu tidurnya untuk memicu mimpi lucid, hal ini bisa menyebabkan kurang tidur.
Kurang tidur dapat menimbulkan beberapa masalah, seperti:
- Sulit fokus dan cepat mengantuk
- Daya ingat menurun
- Mudah stres
- Tekanan darah bisa meningkat
- Risiko gangguan gula darah atau diabetes
Selain itu, orang yang memiliki gangguan kesehatan mental tertentu, terutama yang berkaitan dengan halusinasi atau psikosis, perlu lebih berhati-hati.
Pada kondisi ini, mimpi lucid bisa membuat seseorang lebih sulit membedakan antara mimpi dan kenyataan.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh! Ini 7 Efek Begadang Terhadap Masalah Kesehatan
Lucid dream adalah pengalaman mimpi di mana seseorang menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi. Selama dilakukan dengan wajar dan tidak mengganggu waktu tidur, lucid dream umumnya aman.
Yang terpenting, tetap menjaga kualitas tidur agar tubuh dan pikiran tetap sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.clevelandclinic.org