INDOZONE.ID - Chia seed dan selasih sering dianggap sama karena bentuknya mirip, warnanya gelap, dan sama-sama akan mengembang seperti gel saat direndam air.
Banyak orang bahkan mengira selasih adalah versi lokal dari chia seed.
Padahal, meski terlihat serupa, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda dan punya kandungan nutrisi serta manfaat yang tidak sepenuhnya sama.
Belakangan ini, chia seed dan selasih makin populer karena sering disebut sebagai superfood.
Keduanya sering muncul di menu diet, infused water, sampai minuman kekinian.
Baca juga: Mengenal Cereulide, Toksin Berbahaya dari Bakteri Bacillus Cereus
Tapi sebelum Kamu ikut-ikutan tren, penting untuk tahu perbedaan chia seed dan selasih agar manfaat yang Kamu dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.
Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan chia seed dan selasih, mulai dari asal-usul, kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, sampai mana yang lebih cocok untuk Kamu konsumsi sehari-hari.
Apa Itu Chia Seed?
Chia seed adalah biji kecil berwarna hitam atau abu-abu yang berasal dari tanaman Salvia hispanica.
Tanaman ini sudah digunakan sejak zaman suku Aztec dan Maya sebagai sumber energi.
Bahkan, kata “chia” sendiri dalam bahasa Maya berarti “kekuatan”.
Baca juga: Stop Lihat Medsos tanpa Henti, Ini 5 Cara Ampuh Lepas dari Doomscrolling
Di era modern, chia seed dikenal luas sebagai superfood karena kandungan serat, protein, omega-3, serta mineralnya yang tinggi.
Menurut Health.com, chia seed termasuk salah satu makanan nabati dengan kandungan nutrisi yang sangat padat meski ukurannya kecil.
Karena itulah chia seed sering dikaitkan dengan manfaat untuk pencernaan, jantung, dan pengelolaan berat badan.
Chia seed biasanya dikonsumsi dengan cara direndam terlebih dahulu, lalu ditambahkan ke smoothie, oatmeal, yogurt, atau dibuat menjadi chia pudding.
Apa Itu Selasih?
Selasih, yang juga dikenal sebagai basil seeds atau sabja seeds, berasal dari tanaman Ocimum basilicum atau sweet basil.
Baca juga: 7 Tips Jalani LDR Biar Tetap Langgeng, tanpa Curiga dan Drama!
Meski masih satu keluarga dengan daun basil, selasih berbeda dari basil yang biasa dipakai sebagai bumbu masakan.
Di banyak negara Asia, termasuk India dan Thailand, selasih sudah lama digunakan dalam minuman tradisional.
Selasih dikenal memiliki efek menyejukkan tubuh dan sering dikonsumsi saat cuaca panas.
Menurut Good Housekeeping, selasih dan chia seed memang terlihat sangat mirip setelah direndam, tetapi kandungan nutrisinya tidak identik.
Selasih cenderung mengembang lebih cepat dan memiliki lapisan gel yang lebih tebal dibanding chia seed.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Pusing Setelah Kena Hujan yang Wajib Kamu Coba, Auto Mendingan!
Perbedaan Kandungan Nutrisi Chia Seed dan Selasih
Secara umum, chia seed dan selasih sama-sama kaya serat, protein, dan mineral. Namun, fokus manfaatnya sedikit berbeda.
Chia seed dikenal unggul dalam kandungan omega-3 jenis ALA (alpha-linolenic acid).
Lemak sehat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Selain itu, chia seed juga mengandung magnesium yang cukup tinggi, mineral yang penting untuk fungsi otot dan saraf.
Baca juga: 6 Sumber Protein Nabati dan Manfaatnya bagi Tubuh, Wajib Tahu!
Di sisi lain, selasih memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibanding chia seed.
Serat ini membantu memperlambat pencernaan, membuat perut terasa kenyang lebih lama, dan membantu mengontrol nafsu makan.
Selasih juga mengandung kalsium dan zat besi yang relatif lebih tinggi, yang bermanfaat untuk kesehatan tulang dan pembentukan sel darah merah.
Good Housekeeping menyebutkan bahwa meski perbedaan nutrisinya tidak ekstrem, selasih lebih unggul untuk kebutuhan serat dan mineral tertentu, sementara chia seed lebih kuat di sisi lemak sehat.
Manfaat Chia Seed untuk Kesehatan
Chia seed sering dipilih oleh orang-orang yang sedang menjalani pola hidup sehat karena manfaatnya yang cukup lengkap.
Baca juga: Fenomenal! Barbie Autistik Mattel Ajarkan Anak Empati Sejak Dini
Pertama, chia seed sangat baik untuk pencernaan.
Kandungan serat larutnya akan membentuk gel di dalam saluran cerna, membantu pergerakan usus dan mencegah sembelit.
Ini juga yang membuat chia seed bisa membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Kedua, chia seed bermanfaat untuk kesehatan jantung. Kandungan omega-3 di dalamnya telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan perbaikan profil kolesterol.
Health.com menjelaskan bahwa konsumsi chia seed secara rutin dapat mendukung kesehatan kardiovaskular, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang.
Ketiga, chia seed cocok untuk Kamu yang ingin menjaga berat badan.
Baca juga: Perbedaan Mimpi Buruk 'Nightmare' dan Teror Malam 'Night Terror' Menurut Ahli
Karena rendah kalori namun tinggi serat dan protein, chia seed membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
Manfaat Selasih untuk Kesehatan
Selasih juga tidak kalah menarik dari chia seed. Salah satu keunggulan utama selasih adalah kandungan seratnya yang sangat tinggi.
Serat ini membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga selasih sering dikaitkan dengan pengendalian kadar gula darah.
Selain itu, selasih mengandung zat besi dan kalsium yang cukup tinggi.
Zat besi penting untuk mencegah anemia, sementara kalsium berperan besar dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Baca juga: Mitos atau Fakta: Minum Air Es Bisa Membuat Haid Tidak Lancar?
Bagi orang yang menjalani pola makan nabati, selasih bisa menjadi sumber mineral tambahan yang cukup baik.
Selasih juga dikenal memiliki efek menenangkan dan menyegarkan, terutama saat dikonsumsi dalam minuman dingin.
Di beberapa budaya, selasih dipercaya membantu meredakan panas dalam dan gangguan pencernaan ringan.
Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Memilih antara chia seed dan selasih sebenarnya tergantung pada tujuan dan kondisi tubuhmu.
Jika Kamu fokus pada kesehatan jantung, asupan omega-3, dan ingin makanan yang fleksibel untuk berbagai menu, chia seed bisa jadi pilihan yang lebih tepat.
Baca juga: 5 Bahaya di Balik Kebiasaan Membunyikan Tulang Sendi Secara Berlebihan
Chia seed juga relatif lebih mudah ditemukan dan lebih umum digunakan dalam berbagai resep modern.
Namun, jika tujuanmu adalah meningkatkan asupan serat, menjaga rasa kenyang lebih lama, atau menambah asupan zat besi dan kalsium dari sumber nabati, selasih bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Tidak sedikit ahli gizi yang menyarankan untuk mengkombinasikan keduanya, karena manfaatnya bisa saling melengkapi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi
Meski chia seed dan selasih sama-sama sehat, cara konsumsinya tidak boleh sembarangan.
Baca juga: Sering Pipis di Malam Hari? Hati-hati, Bisa Jadi Itu Tanda Penyakit
Keduanya harus direndam terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Biji kering yang langsung ditelan bisa menyerap cairan di dalam tubuh dan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan atau rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Selain itu, karena kandungan seratnya tinggi, sebaiknya konsumsi dalam jumlah wajar dan diimbangi dengan minum air putih yang cukup.
Jika Kamu baru pertama kali mencoba, mulai dari porsi kecil agar tubuh bisa beradaptasi.
Good Housekeeping juga menyarankan agar orang dengan masalah pencernaan tertentu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi biji-bijian tinggi serat secara rutin.
Baca juga: Bukan Cuma Comfort Food! Ini 5 Sup Tinggi Protein yang Bikin Hangat dan Tetap Bertenaga
Chia seed dan selasih memang terlihat mirip, tapi manfaat dan kandungan nutrisinya punya fokus yang berbeda.
Chia seed unggul dalam kandungan omega-3 dan cocok untuk kesehatan jantung serta diet seimbang.
Sementara itu, selasih menawarkan serat, kalsium, dan zat besi yang lebih tinggi, sehingga baik untuk pencernaan dan kesehatan tulang.
Tidak ada yang lebih baik secara mutlak. Yang paling penting adalah menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan tubuh dan gaya hidupmu.
Selama dikonsumsi dengan cara yang benar dan dalam jumlah wajar, chia seed dan selasih sama-sama bisa menjadi tambahan sehat dalam menu harianmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber