Minggu, 25 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Waspadai Perubahan Penglihatan Usia 41–60 Tahun: Mata Mulai Kehilangan Fokus

Author

Ilustrasi lansia yang mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Memasuki usia awal hingga pertengahan 40-an, banyak orang dewasa mulai mengalami kesulitan melihat dengan jelas pada jarak dekat.

Terlebih, saat mereka membaca atau bekerja di depan komputer. 

Kondisi ini merupakan salah satu masalah penglihatan paling umum, yang dialami kelompok usia 41 hingga 60 tahun.

Perubahan tersebut terjadi akibat menurunnya kemampuan fokus mata, yang dikenal sebagai presbiopia. Presbiopia adalah proses alami yang akan terus berkembang seiring bertambahnya usia.

Tanda Awal Presbiopia

Dikutip dari American Optometric Association, pada tahap awal, seseorang mungkin mulai menyadari, tulisan hanya terlihat jelas jika dibaca dari jarak lebih jauh.

Sebagian orang bahkan merasa perlu melepas kacamata untuk membaca dengan lebih nyaman. 

Baca juga: Memahami Perkembangan Penglihatan Anak Usia 6–18 Tahun: Faktor Penting yang Sering Dianggap Sepele

Tulisan pada koran, buku, atau menu restoran bisa tampak buram, terutama dalam pencahayaan redup.

Bagi mereka yang telah menggunakan kacamata atau lensa kontak untuk melihat jarak jauh, gangguan penglihatan dekat ini umumnya dapat dikoreksi. 

Misal, dengan menggunakan kacamata bifokal, lensa progresif, atau lensa kontak multifokal. 

Saat ini, tersedia beragam pilihan koreksi penglihatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup.

Ilustrasi seseorang mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)

Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin

Pada usia dewasa ini, pemeriksaan mata komprehensif dengan dokter optometri, sangat disarankan setidaknya setiap dua tahun sekali.

Pemeriksaan ini penting, untuk mendeteksi sejak dini berbagai gangguan penglihatan dan penyakit mata.

Tes penglihatan sederhana, seperti yang dilakukan saat pembuatan SIM, tidak cukup untuk menilai kesehatan mata secara menyeluruh, dan tidak seharusnya dijadikan satu-satunya acuan.

Kelompok Berisiko Lebih Tinggi

Orang dewasa berusia di atas 40 tahun, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mata, terutama jika memiliki kondisi berikut:

  • Penyakit kronis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Riwayat keluarga dengan glaukoma atau degenerasi makula.
  • Pekerjaan yang menuntut fokus visual tinggi atau berisiko terhadap mata.
  • Kondisi kesehatan terkait kolesterol tinggi, gangguan tiroid, kecemasan, depresi, atau radang sendi, terutama jika mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa obat, termasuk antihistamin, dapat menimbulkan efek samping pada penglihatan.

Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu! Begini Tahapan Perkembangan Penglihatan Bayi Usia 0–2 Tahun

Perubahan Penglihatan Seiring Usia

Seiring bertambahnya usia, mata juga mengalami perubahan alami. Beberapa perubahan penglihatan yang umum terjadi antara lain:

  • Kebutuhan cahaya lebih terang
    Orang dewasa membutuhkan pencahayaan yang lebih baik untuk membaca atau melakukan aktivitas jarak dekat.
  • Kesulitan membaca dan melihat jarak dekat
    Lensa mata menjadi kurang fleksibel, sehingga sulit memfokuskan pandangan pada objek dekat.
  • Sensitivitas terhadap silau
    Silau dari lampu kendaraan saat malam hari atau pantulan cahaya di siang hari bisa terasa lebih mengganggu.
  • Perubahan persepsi warna
    Lensa mata yang semula jernih dapat mengalami perubahan warna, sehingga sulit membedakan gradasi warna tertentu.
  • Produksi air mata berkurang
    Kondisi ini dapat menyebabkan mata kering dan iritasi, terutama pada perempuan yang mengalami perubahan hormon.

Gangguan Penglihatan Dekat Setelah Usia 40

Ilustrasi gangguan penglihatan. (Freepik)

Bagi orang yang sebelumnya tidak pernah menggunakan kacamata, gangguan penglihatan dekat setelah usia 40 tahun, sering kali terasa mengejutkan dan mengganggu. 

Padahal, penurunan kemampuan fokus ini telah terjadi secara bertahap sejak lama.

Presbiopia terjadi karena lensa di dalam mata kehilangan elastisitasnya. Meski tidak dapat dicegah atau disembuhkan, kondisi ini dapat dikoreksi melalui beberapa pilihan, seperti:

  • Kacamata baca, bifokal, atau lensa progresif.
  • Lensa kontak monovision atau multifokal.
  • Prosedur bedah refraktif, termasuk bedah laser.

Sekitar usia 60 tahun, perubahan penglihatan dekat umumnya mulai stabil, dan kebutuhan perubahan resep kacamata menjadi lebih jarang.

Tanda Peringatan Masalah Mata Serius

Usia 40–60 tahun juga merupakan periode meningkatnya risiko penyakit mata serius. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Penglihatan yang sering berubah-ubah
    Bisa menjadi tanda diabetes atau hipertensi yang merusak pembuluh darah retina.
  • Munculnya bintik dan kilatan cahaya
    Jika terjadi secara tiba-tiba dan berlebihan, bisa menandakan robekan retina yang memerlukan penanganan segera.
  • Hilangnya penglihatan samping
    Dapat menjadi gejala glaukoma, penyakit yang sering berkembang tanpa gejala awal.
  • Penglihatan tampak bergelombang atau terdistorsi
    Bisa menjadi tanda degenerasi makula terkait usia (AMD), yang memengaruhi penglihatan sentral.

Pemeriksaan mata rutin dan diagnosis dini berperan penting dalam menjaga kualitas penglihatan sepanjang hidup.

Rekomendasi Interval Pemeriksaan Mata

Berikut rekomendasi umum pemeriksaan mata berdasarkan usia:

  • Usia 18–39 tahun
    Risiko rendah: setiap 2 tahun
    Berisiko: minimal 1 tahun sekali
  • Usia 40–64 tahun
    Minimal setiap 2 tahun
    Berisiko: minimal 1 tahun sekali
  • Usia 65 tahun ke atas
    Setiap tahun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU