Jumat, 23 JANUARI 2026 • 09:41 WIB

Moyamoya Disease, Penyakit dengan Nama Unik yang Jarang Diketahui Orang

Author

Ilustrasi pasien moyamoya disease (freepik). 

INDOZONE.ID - Beberapa orang yang belum familiar mungkin akan berpikir bahwa kata 'moyamoya' merujuk pada sesuatu yang lucu, imut, dan menggemaskan. 

Tetapi sebenarnya moyamoya merujuk pada suatu penyakit yang belum banyak diketahui oleh orang-orang.

Penyakit moyamoya atau juga disebut moyamoya disease merupakan kondisi kronis akibat penyumbatan arteri utama yang menyalurkan darah ke otak. 

Kondisi ini dapat menyebabkan stroke terhadap si penderita. 

Pasokan darah yang terbilang kurang dapat memengaruhi fungsi otak serta memicu keterlambatan kognitif.

Baca juga: Menkes Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Teladan, Contoh Lebih Efektif dari Menghukum

Penamaan moyamoya sendiri berasal dari bahasa jepang yang berarti kumpulan asap. 

Sebab tampilan pembuluh darah si penderita yang menyerupai kumpulan asap. 

Meski terjadi di seluruh dunia, penyakit ini lebih sering didapati di asia.

Moyamoya disease umumnya diderita oleh anak-anak tetapi juga bisa menyerang orang dewasa. 

Belum diketahui pasti apa penyebab dari penyakit tersebut. 

Baca juga: 6 Tips Mencegah Maag Kambuh saat Puasa agar Perut Tetap Nyaman

Namun kasusnya banyak ditemui di asia sehingga muncullah sugesti bahwa genetik atau DNA Asia mungkin menjadi faktor yang memicu moyamoya disease.

Adapun faktor yang mungkin memengaruhi selain berdarah asia adalah wanita, riwayat penyakit yang sama dari keluarga, umur 10-14 tahun pada kasus anak-anak dan umur 30-50 pada orang dewasa.

Gejala yang dirasakan pun berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. 

Pada anak-anak umumnya mengalami stroke sedangkan pada orang dewasa mengalami perdarahan pada otak atau hemorrhagic stroke. 

Gejala lain yang berhubungan dengan kurangnya aliran darah ke otak yaitu pusing, sulit berbicara dan memahami orang lain, gangguan pengelihatan, kesusahan berpikir, dan lainnya.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Dokter Spesialis dan Perannya dalam Dunia Kesehatan

Penderitanya juga mengalami lemah dan mati rasa pada bagian tubuh seperti kaki dan tangan, tapi umumnya terjadi di bagian wajah.

Moyamoya disease biasanya didiagnosis dan ditangani oleh dokter spesialis neurologi. 

Dokter akan melakukan wawancara medis kemudian meninjau gejala dari si penderita serta memeriksa riwayat penyakit keluarga si penderita. 

Selain pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan seperti MRI, USG Doppler, CT Scan dan lainnya.

Pengobatan yang dijalani untuk penyakit ini lebih bertujuan mengurangi risiko komplikasi stroke dan upaya mencegah stroke berulang karena pengobatan ini umumnya tidak menyembuhkan penyakit secara total. 

Baca juga: Mengenal Siklus Haid Normal: Durasi, Gejala, dan Tanda-tandanya

Tujuan utama dari pengobatan yaitu dengan mengurangi gejala dan meningkatkan aliran darah ke otak. 

Berikut adalah pengobatan yang dilakukan untuk penderita moyamoya disease yaitu pemberian obat pengencer darah, terapi fisik, psikis, dan perilaku kognitif, serta melakukan prosedur operasi.

Meskipun gejala yang disebutkan juga dapat merujuk pada penyakit lain, jika mengalami gejalanya, segera periksakan diri ke dokter guna mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siloamhospitals.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU