Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 11:15 WIB

Kapan Seseorang Perlu ke Dokter Optometri? Ini Tanda-tandanya

Author

Ilustrasi alat periksa mata. (Dok. Optik Tunggal)

INDOZONE.ID - Mengetahui kapan harus ke dokter optometri atau spesialis mata, kerap kali dianggap sepele. Banyak orang baru memeriksakan mata ketika penglihatan sudah terasa terganggu. 

Padahal, keluhan seperti mata cepat lelah, pandangan buram, mata merah, hingga rasa tidak nyaman, bisa menjadi sinyal awal bahwa kesehatan mata perlu diperiksa.

Sebagian orang juga masih beranggapan, selama tidak mengalami gangguan penglihatan, mereka tidak perlu datang ke dokter mata. Padahaln, anggapan tersebut tentu saja keliru. 

Pemeriksaan mata komprehensif secara rutin, setidaknya setahun sekali, penting dilakukan. Hal ini bukan hanya menjaga kualitas penglihatan, tetapi juga untuk memastikan kesehatan mata secara keseluruhan, dan mencegah risiko masalah yang lebih serius.

Berikut, penjelasan dari para dokter optometri mengenai tanda-tanda dan kondisi yang perlu diwaspadai, dikutip dari American Optometric Association.

Baca juga: Waspadai Perubahan Penglihatan Usia 41–60 Tahun: Mata Mulai Kehilangan Fokus

Tanda Kamu Butuh Kacamata atau Lensa Kontak

Ada sejumlah gejala yang dapat mengindikasikan adanya gangguan penglihatan, antara lain:

  • Kesulitan beradaptasi saat berada di ruangan gelap;
  • Sulit memfokuskan pandangan pada objek dekat atau jauh;
  • Sering menyipitkan mata atau berkedip karena sensitif terhadap cahaya atau silau;
  • Nyeri berulang di dalam atau sekitar mata;
  • Penglihatan ganda; atau
  • Mata sering berair secara berlebihan.

Kebiasaan membaca atau bekerja dengan pencahayaan yang kurang memadai, dapat membuat mata bekerja lebih keras. Sehingga, hal itu memicu kelelahan mata. 

Selain pencahayaan yang buruk, posisi duduk yang tidak nyaman, sudut pandang yang salah, serta jarak membaca atau bekerja yang tidak ideal, juga dapat menambah tekanan visual.

Ilustrasi gangguan penglihatan. (Freepik)

Aktivitas seperti mengemudi juga menuntut kerja mata yang intens. Mata harus terus bergerak, dan memfokuskan ulang pandangan saat objek mendekat.

Selain itu, mata juga harus menghadapi gangguan seperti lampu kendaraan dari arah berlawanan, atau silau matahari saat terbenam. 

Kondisi ini dapat menyebabkan mata menjadi tegang dan cepat lelah.

Masalah Mata yang Paling Sering Terjadi

Beberapa gangguan mata yang umum dialami masyarakat meliputi:

  • Nyeri atau iritasi pada mata;
  • Penglihatan buram;
  • Sensitivitas terhadap cahaya;
  • Munculnya bintik atau bayangan melayang (floaters);
  • Mata merah;
  • Mata kering;
  • Produksi air mata berlebihan; atau
  • Mata terus-menerus berair.

Gangguan refraksi merupakan penyebab paling umum dari gangguan penglihatan. Kondisi ini mencakup miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), astigmatisme (penglihatan buram pada semua jarak), serta presbiopia. 

Presbiopia adalah, penurunan kemampuan mata untuk melihat dekat yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia.

Apakah Pemeriksaan Mandiri di Rumah Bisa Dilakukan?

Pada kenyataannya, pemeriksaan mata yang menyeluruh terdiri dari berbagai komponen yang hanya dapat dilakukan secara langsung oleh dokter optometri. 

Hingga saat ini, tidak ada alat atau aplikasi di rumah yang mampu menggantikan seluruh proses pemeriksaan mata profesional.

Baca juga: Usia 60+ Wajib Tahu: Ini Perubahan Penglihatan yang Sering Terjadi dan Cara Menjaganya

Melalui pemeriksaan langsung, dokter optometri dapat melihat bagian dalam mata secara detail, termasuk retina, pembuluh darah, dan saraf optik. 

Struktur-struktur ini memiliki keterkaitan langsung dengan otak. Sehingga, pemeriksaan mata juga dapat memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan secara umum.

Kapan Waktu yang Tepat ke Dokter Mata?

Pemeriksaan mata komprehensif secara rutin setiap tahun sangat dianjurkan. Sebab, gangguan penglihatan dan masalah kesehatan mata, sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas.

Selain itu, seseorang disarankan segera mengunjungi dokter optometri jika mengalami keluhan yang berulang, nyeri mata hebat, dan sakit kepala yang tidak biasa.

Terlebih, jika kamu memiliki riwayat pribadi atau keluarga dengan penyakit mata, menderita diabetes atau tekanan darah tinggi, atau pernah mengalami gangguan penglihatan sebelumnya.

Dalam banyak kasus, pasien dapat lebih dulu menghubungi klinik atau praktik dokter optometri melalui telepon, atau layanan daring untuk mendiskusikan gejala yang dialami.

Dokter akan menentukan, apakah pemeriksaan langsung diperlukan berdasarkan kondisi masing-masing individu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU