INDOZONE.ID - Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak menyerang perempuan.
Penyakit ini muncul di bagian leher rahim, yaitu area yang menghubungkan rahim dengan vagina.
Yang membuat kanker serviks berbahaya adalah gejalanya sering tidak terasa pada tahap awal.
Banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.
Baca juga: Kesulitan Membedakan Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis? Ini Penjelasan Lengkapnya
Infeksi HPV Jadi Penyebab Utama
Salah satu penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Virus Human Papillomavirus (HPV).
Virus ini cukup umum dan dapat menular melalui aktivitas seksual, termasuk kontak kulit di area genital.
Dalam banyak kasus, infeksi HPV sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh mampu melawannya.
Namun pada kondisi tertentu, virus ini dapat bertahan lama di dalam tubuh dan memicu perubahan pada sel di leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Baca juga: Pakai Obat Kumur Setiap Hari Boleh atau Tidak? Simak Cara Pakai yang Tepat
HPV sendiri memiliki sekitar 100 tipe, dimana sebagian hanya menyebabkan kutil pada kulit, sementara tipe lainnya dapat menimbulkan kutil kelamin dan meningkatkan risiko kanker serviks.
Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
Selain infeksi HPV, sejumlah kebiasaan dan kondisi tertentu juga dapat membuat seseorang lebih rentan terkena kanker serviks.
1. Sering Berganti Pasangan Seksual
Memiliki banyak pasangan seksual dapat meningkatkan peluang seseorang terpapar HPV. Risiko ini juga lebih tinggi jika aktivitas seksual dimulai pada usia yang terlalu muda.
Baca juga: Anak Susah Makan Tidak Boleh Diabaikan, Ini Cara Orang Tua Membantu Mengembalikan Nafsu Makan
Selain itu, perempuan yang memiliki pasangan dengan riwayat sering berganti pasangan juga berisiko lebih besar tertular virus ini.
2. Menggunakan Pil KB dalam Waktu Lama
Pil kontrasepsi memang sering digunakan untuk mencegah kehamilan dan membantu mengatur siklus menstruasi.
Namun penggunaan dalam jangka waktu sangat panjang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker serviks.
Karena itu, penggunaan pil KB sebaiknya tetap dikonsultasikan dan diawasi oleh tenaga medis.
Baca juga: 9 Tanda Tubuh Kekurangan Kalium yang Tidak Boleh Diabaikan, Waspada!
3. Kehamilan di Usia Terlalu Muda
Kehamilan pertama di usia sangat muda, terutama sebelum 17 tahun, diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker serviks.
Selain itu, wanita yang mengalami kehamilan lebih dari tiga kali juga memiliki kemungkinan lebih tinggi.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan hormon dan sistem kekebalan tubuh.
4. Kebiasaan Merokok
Merokok bukan hanya berbahaya bagi paru-paru, tetapi juga bisa memperburuk risiko kanker serviks.
Pada wanita yang sudah terinfeksi HPV, kebiasaan ini dapat membuat virus lebih sulit hilang dari tubuh.
Baca juga: 12 Buah dan Sayuran dengan Kandungan Pestisida Tertinggi, Banyak Dikonsumsi Masyarakat!
Bahkan paparan asap rokok pada perokok pasif juga dapat memberikan dampak serupa.
5. Pola Makan yang Tidak Sehat
Gaya hidup juga mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Konsumsi makanan cepat saji, daging olahan, makanan tinggi tepung, hingga alkohol dapat meningkatkan risiko infeksi HPV berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Sebaliknya, pola makan seimbang dengan nutrisi yang cukup membantu tubuh memperkuat sistem pertahanan terhadap infeksi.
6. Riwayat Keluarga
Baca juga: Berapa Kalori Opor Ayam? Ini Fakta Lengkapnya dan Tips Makan Aman untuk Diet!
Faktor keturunan juga dapat berperan. Jika ada anggota keluarga dekat yang pernah mengalami kanker serviks, risiko seseorang bisa meningkat.
Hal ini diduga berkaitan dengan faktor genetik yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi HPV.
7. Sistem Imun Lemah
Tubuh dengan daya tahan rendah lebih sulit melawan infeksi. Dalam kondisi ini, virus HPV lebih mudah bertahan lama di dalam tubuh dan memicu perubahan sel yang berbahaya.
Karena itu, menjaga kesehatan tubuh dan sistem imun menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Baca juga: 5 Panduan Memilih Sufor Tanpa Gula Sukrosa yang Lebih Sehat
8. Penggunaan Obat Tertentu Saat Kehamilan
Pada masa lalu, beberapa obat digunakan untuk mencegah keguguran, salah satunya Diethylstilbestrol (DES).
Penelitian menunjukkan bahwa obat ini dapat meningkatkan risiko jenis kanker serviks tertentu pada anak perempuan yang dilahirkan.
Itulah sebabnya penggunaan obat selama kehamilan harus selalu melalui konsultasi dengan dokter.
9. Obesitas
Kelebihan berat badan juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker serviks.
Baca juga: Mau Otak Lebih Tajam? Coba Rutin Konsumsi 5 Buah Ini
Selain mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum, obesitas juga dapat membuat proses skrining atau pemeriksaan dini menjadi lebih sulit sehingga penyakit berpotensi terlambat terdeteksi.
Pentingnya Pencegahan Sejak Dini
Meski infeksi HPV cukup sering terjadi, sebagian besar kasus sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh mampu melawannya.
Namun jika virus bertahan lama di dalam tubuh, infeksi tersebut dapat memicu perubahan pada sel di leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.
Karena itu, penting untuk menjaga pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta memahami berbagai faktor risiko yang dapat memicu penyakit ini.
Baca juga: Menkes Ungkap 700 Ribu Anak Indonesia Alami Gangguan Mental, Kok Bisa?
Kesadaran terhadap kesehatan reproduksi juga berperan besar dalam membantu deteksi dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko yang lebih serius dapat dicegah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ciputrahospital.com