Jumat, 20 MARET 2026 • 11:15 WIB

Kenapa Gigi Ngilu Terus? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Author

Kenapa Gigi Ngilu Terus? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya (Pexels/Shiny Diamond)

INDOZONE.ID - Gigi ngilu adalah, keluhan yang sering membuat banyak orang merasa tidak nyaman.

Rasa nyeri atau ngilu biasanya muncul saat gigi terkena rangsangan tertentu, seperti makanan atau minuman yang terlalu panas, dingin, manis, atau asam. 

Pada sebagian orang, rasa ngilu pada gigi tidak hanya muncul sesekali, tetapi bisa terasa lebih sering bahkan terus-menerus.

Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat makan, minum, atau menyikat gigi.

Gigi yang sering terasa ngilu sebaiknya tidak dianggap sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada gigi atau gusi.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab gigi ngilu serta cara mengatasinya dengan tepat.

Penyebab Gigi Ngilu Terus

Ilustrasi gigi. (FREEPIK)

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gigi terasa ngilu secara terus-menerus. Berikut ini, beberapa penyebab yang paling umum.

1. Gigi Sensitif

Salah satu penyebab paling umum gigi ngilu adalah, gigi sensitif. Kondisi ini terjadi ketika lapisan pelindung gigi (email) menipis sehingga bagian dentin di bawahnya menjadi terbuka.

Dentin memiliki saluran kecil yang terhubung langsung dengan saraf gigi. Ketika terkena makanan atau minuman panas, dingin, atau manis, saraf akan merespons sehingga muncul rasa ngilu.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan gigi sensitif antara lain:

  • Menyikat gigi terlalu keras
  • Menggunakan sikat gigi berbulu kasar
  • Konsumsi makanan atau minuman asam secara berlebihan

Baca juga: Veneer Gigi: Manfaat, Prosedur, Harga, dan Efek Samping yang Harus Diketahui

2. Gigi Berlubang

Gigi berlubang juga merupakan penyebab umum gigi terasa ngilu. Lubang pada gigi terjadi karena kerusakan pada lapisan email yang disebabkan oleh bakteri di dalam mulut.

Bakteri menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan gigi secara perlahan. Jika lubang semakin dalam, dan mendekati saraf gigi, rasa ngilu bisa menjadi lebih sering muncul bahkan terasa nyeri saat mengunyah makanan.

3. Gusi Menyusut

Gusi yang menyusut atau turun dapat menyebabkan akar gigi menjadi terbuka. Akar gigi tidak memiliki lapisan email seperti bagian mahkota gigi, sehingga lebih sensitif terhadap berbagai rangsangan.

Penyusutan gusi biasanya disebabkan oleh:

  • Penumpukan plak dan karang gigi
  • Penyakit gusi
  • Cara menyikat gigi yang terlalu keras

4. Retakan pada Gigi

Retakan kecil pada gigi sering kali tidak terlihat secara langsung, tetapi dapat menyebabkan rasa ngilu yang cukup mengganggu. Retakan ini bisa membuat bagian dalam gigi lebih mudah terkena rangsangan.

Retakan pada gigi biasanya terjadi karena:

  • Menggigit makanan yang terlalu keras
  • Cedera pada gigi
  • Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur

Baca juga: Efek Samping Pasta Gigi Whitening yang Jarang Dibahas

5. Penumpukan Plak dan Karang Gigi

Plak merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari sisa makanan dan bakteri di permukaan gigi. Jika plak tidak dibersihkan secara rutin, lapisan ini dapat mengeras menjadi karang gigi.

Karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi dan meningkatkan risiko radang gusi (gingivitis). Kondisi ini bisa membuat gigi menjadi lebih sensitif dan sering terasa ngilu.

6. Perawatan Gigi Tertentu

Beberapa prosedur perawatan gigi seperti pemutihan gigi, penambalan, atau pemasangan behel juga dapat menyebabkan gigi terasa ngilu untuk sementara waktu.

Hal ini biasanya terjadi karena gigi sedang beradaptasi setelah menjalani perawatan tersebut.

Cara Mengatasi Gigi Ngilu

Ilustrasi pasta gigi. (Freepik/Jcomp)

Jika gigi sering terasa ngilu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.

1. Menggunakan Pasta Gigi Khusus Gigi Sensitif

Salah satu cara paling mudah untuk mengatasi gigi ngilu adalah, menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.

Pasta gigi jenis ini biasanya mengandung bahan yang dapat membantu melindungi saraf gigi dari rangsangan makanan atau minuman.

2. Menyikat Gigi dengan Lembut

Menyikat gigi terlalu keras dapat merusak lapisan pelindung gigi (email) dan memperparah gigi sensitif. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikat gigi dengan gerakan yang lebih perlahan.

Baca juga: 7 Makanan yang Bisa Bikin Gigi Lebih Putih Alami, Say Goodbye To Bleaching!

3. Mengurangi Konsumsi Makanan Asam dan Manis

Makanan yang terlalu asam atau manis dapat mempercepat kerusakan lapisan email gigi. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:

  • Minuman bersoda
  • Permen dan cokelat
  • Makanan dengan kadar gula tinggi
  • Buah atau minuman yang terlalu asam

4. Berkumur dengan Air Garam

Air garam memiliki sifat alami yang dapat membantu mengurangi peradangan pada gusi dan membersihkan bakteri di dalam mulut.

Cara melakukannya cukup mudah, yaitu dengan melarutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama sekitar 30 detik.

5. Membersihkan Sela Gigi dengan Benang Gigi

Sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi dapat memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan masalah pada gigi.

Oleh karena itu, gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela gigi secara rutin. Cara ini dapat membantu mencegah terbentuknya plak dan karang gigi.

6. Periksa ke Dokter Gigi

Jika gigi ngilu tidak kunjung membaik atau bahkan semakin sering terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi.

Dokter akan memeriksa kondisi gigi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya.

Beberapa perawatan yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Penambalan gigi berlubang
  • Pembersihan karang gigi
  • Perawatan saluran akar
  • Pelapisan gigi sensitif

Baca juga: Masyarakat Makin Peduli Perawatan Gigi, Orang Tua dan Anak Kini Rutin ke Klinik

Jika rasa ngilu sering muncul dan semakin mengganggu, sebaiknya segera melakukan perawatan yang tepat atau memeriksakan diri ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU