INDOZONE.ID - Lonjakan gula darah setelah makan, masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi, dan berpotensi berdampak serius dalam jangka panjang.
Jika terjadi berulang, kondisi tersebut dapat memicu resistensi insulin, hingga meningkatkan risiko diabetes.
Selama ini, banyak orang berupaya mengatasinya dengan mengubah jenis makanan. Namun, apakah itu satu-satunya cara?
Seorang ahli mengungkapkan bahwa, solusi sederhana ini justru bisa dimulai dari urutan makan.
Baca juga: Magnesium Baik untuk Jantung, Stres, dan Gula Darah: Fakta atau Overclaim?
Urutan Makan Ternyata Berpengaruh
Dikutip dari Hindustan Times, Ahli Endokrinologi, Alessia Roehnelt, menjelaskan, urutan makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi respons gula darah dalam tubuh.
Menurutnya, kesalahan umum yang sering dilakukan adalah, memulai makan dengan karbohidrat, seperti roti atau nasi. Padahal, kebiasaan ini dapat menyebabkan gula darah naik dengan cepat.
“Sebagian besar orang memulai makan dengan roti, tetapi pola ini membuat gula darah meningkat tajam. Sebaiknya mulai dengan sayuran, kemudian protein dan lemak, baru karbohidrat,” ucap Roehnelt.
Mengapa Urutan Makan Penting?
Pendekatan ini didasarkan pada prinsip fisiologi sederhana. Saat seseorang mengonsumsi sayuran terlebih dahulu, diikuti protein dan lemak, lalu karbohidrat di akhir, tubuh akan memproses glukosa secara lebih bertahap.
Sayuran dan protein membantu memperlambat pengosongan lambung, sehingga penyerapan glukosa ke dalam aliran darah terjadi lebih lambat.
Akibatnya, lonjakan gula darah dapat diminimalkan. Selain itu, tubuh juga membutuhkan lebih sedikit insulin untuk mengelola kadar gula darah setelah makan.
Dampak Lonjakan Gula Darah bagi Kesehatan
Lonjakan gula darah yang terjadi secara cepat dan berulang, dapat memberikan dampak negatif, seperti:
- Meningkatkan risiko resistensi insulin
- Memicu perkembangan diabetes
- Menyebabkan penyimpanan lemak berlebih
- Mengganggu kesehatan metabolisme secara keseluruhan
Insulin yang dilepaskan dalam jumlah besar, tidak hanya mengatur gula darah, tetapi juga berperan dalam penyimpanan lemak.
Oleh karena itu, mengurangi lonjakan insulin juga dapat membantu menjaga berat badan.
Solusi Sederhana Tanpa Mengubah Menu
Menariknya, strategi ini tidak mengharuskan perubahan besar dalam pola makan. Kamu tetap bisa mengonsumsi makanan yang sama, tetapi dengan urutan yang berbeda.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Mulai makan dengan sayuran
- Lanjutkan dengan protein dan lemak
- Akhiri dengan karbohidrat
Meskipun jumlah kalori tetap sama, perubahan urutan ini dapat menghasilkan respons metabolisme yang lebih sehat.
Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Kebiasaan makan memiliki peran penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.
Dengan memahami cara kerja tubuh dan menerapkan pola makan yang lebih tepat, risiko gangguan metabolisme dapat ditekan tanpa harus menjalani diet ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times