INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, baru mau pakai keju dari kulkas, eh ternyata ada bercak jamur di permukaannya?
Reaksi pertama biasanya langsung bingung antara mau dibuang atau cukup dipotong bagian yang berjamur.
Faktanya, tidak semua keju berjamur berarti sudah tidak aman dimakan, tergantung jenis kejunya.
Supaya nggak salah langkah dan makanan tetap aman dikonsumsi, yuk cek penjelasannya dibawah ini:
Tidak Semua Jamur di Keju Buruk
Kamu harus tahu pada dasarnya jamur yang ada di keju ada yang baik.
Selain itu, biasanya jamur jenis ini Jamur memang sengaja dibuat
Pada beberapa jenis keju, jamur justru menjadi bagian dari proses pembuatannya.
Contohnya pada Blue cheese yang punya urat biru kehijauan khas dari jamur Penicillium roqueforti.
Ada juga Camembert atau Brie yang memiliki lapisan putih lembut di bagian luar dari jamur Penicillium camemberti.
Jamur ini aman dimakan karena sudah dikontrol dalam proses produksi.
Bahkan, jamur tersebut membantu membentuk aroma, tekstur, dan rasa khas pada keju.
Jadi kalau kamu melihat jamur pada keju jenis ini, tidak perlu panik. Memang begitu bentuk aslinya.
Jamur Buruk pada Keju Harian Bisa Berbahaya
Berbeda dengan keju khusus seperti blue cheese, jamur yang tiba-tiba muncul pada keju cheddar, mozzarella, atau keju slice biasanya bukan bagian dari proses produksi.
Jamur liar ini bisa tumbuh karena berbagai faktor misalnnya, kelembapan, penyimpanan terlalu lama, atau kontaminasi dari udara dan alat makan.
Baca juga: Mengungkap 5 Mitos dan Fakta Tentang Keju yang Paling Umum
Nah jamur ini sangat berbahaya karena akar jamur atau benang mikroskopisnya bisa menyebar lebih dalam dari yang terlihat di permukaan.
Beberapa jenis jamur juga bisa menghasilkan mikotoksin, yaitu zat beracun yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan atau masalah kesehatan lainnya.
Jadi, kalau keju harianmu mendadak berjamur, jangan langsung menganggap aman ya.
Keju Jenis Keras Masih Bisa Diselamatkan
Ada kabar baik untuk penggemar keju keras seperti cheddar, parmesan, atau gouda, karena teksturnya padat, jamur biasanya tidak mudah menyebar jauh ke dalam, sehingga bagian yang belum terkontaminasi masih bisa aman dimakan.
Kamu cukup memotong area yang berjamur sekitar 2,5 cm di sekelilingnya dan di bawah bercak jamur menggunakan pisau bersih, lalu simpan kembali di wadah yang higienis.
Baca juga: Ada Banyak Jenis, Ini Keju yang Paling Sehat Menurut Ahli
Cara ini bisa jadi lifehack praktis agar tidak perlu langsung membuang satu blok keju utuh.
Namun, aturan ini tidak berlaku untuk keju lunak seperti cream cheese, cottage cheese, ricotta, mozzarella, atau keju slice.
Karena tekstur keju mereka lembut dan kadar airnya tinggi, jadinya jamur lebih mudah menyebar ke seluruh bagian, bahkan saat belum terlihat.
Hal yang sama juga berlaku untuk keju parut kemasan, jika ada satu bagian berjamur, kemungkinan besar sporanya sudah menyebar ke seluruh isi.
Jadi, untuk jenis keju ini, sebaiknya langsung dibuang dan jangan ambil risiko hanya karena sayang.
Cara Mencegah Keju Berjamur di Rumah
Supaya keju lebih awet dan tetap aman dimakan, ada beberapa cara penyimpanan yang bisa dilakukan:
- Simpan keju di kulkas dengan suhu stabil
- Bungkus dengan kertas khusus makanan atau plastik wrap yang tidak terlalu rapat
- Gunakan wadah tertutup untuk mengurangi kelembapan berlebih
- Hindari menyentuh keju langsung dengan tangan kotor
- Gunakan pisau bersih setiap kali memotongDengan penyimpanan yang tepat, keju bisa bertahan lebih lama tanpa cepat berjamur.
Jadi, keju berjamur boleh dimakan atau tidak? Jawabannya tergantung jenis kejunya ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic, Bonappetit.com