Sabtu, 25 APRIL 2026 • 15:45 WIB

Nyeri Pinggang Bagian Bawah Jangan Diabaikan, Simak Penyebabnya

Author

Ilustrasi Nyeri Pinggang Bagian Bawah. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Nyeri pinggang bagian bawah adalah keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini memang lebih umum terjadi pada usia lanjut, tetapi anak muda hingga pekerja kantoran juga bisa mengalaminya.

Penyebab nyeri pinggang bawah sangat beragam, mulai dari otot tegang karena aktivitas berat hingga gangguan organ dalam. Karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya agar tidak semakin parah.

Penyebab Nyeri Pinggang Bagian Bawah

Nyeri pinggang bawah sering muncul akibat gerakan berulang, salah posisi saat mengangkat barang, atau cedera. Namun, ada juga kondisi medis tertentu yang bisa memicunya.

Baca juga: Bahaya Ceker Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan, Ini Faktanya!

1. Cedera Otot dan Sendi

Aktivitas berat, olahraga berlebihan, atau salah posisi duduk bisa membuat otot pinggang tegang dan meradang.

2. Saraf Kejepit

Saraf kejepit akibat hernia nukleus pulposus dapat menimbulkan nyeri hebat yang menjalar ke bokong hingga kaki.

3. Kelainan Tulang Belakang

Masalah seperti skoliosis, spondylolisthesis, atau penyempitan saluran tulang belakang bisa menyebabkan nyeri kronis.

4. Berat Badan Berlebih

Obesitas memberi tekanan ekstra pada tulang belakang dan sendi pinggang.

5. Osteoporosis

Pengeroposan tulang membuat tulang belakang lebih rapuh dan mudah menimbulkan rasa sakit.

6. Gangguan Organ Dalam

Beberapa penyakit organ dalam juga bisa memicu nyeri pinggang bawah, seperti:

  • Batu ginjal
  • Infeksi ginjal
  • Pankreatitis
  • Usus buntu

7. Masalah Reproduksi Wanita

Pada wanita, nyeri pinggang bawah juga bisa berkaitan dengan:

  • Endometriosis
  • Miom
  • Kista ovarium
  • Kehamilan

8. Tumor Tulang Belakang

Meski jarang, tumor di area tulang belakang juga dapat menyebabkan nyeri menetap.

Baca juga: Apa Bedanya Overweight dan Obesitas? Simak Penjelasannya

Gejala yang Sering Muncul

Setiap penyebab bisa menimbulkan gejala berbeda. Namun, keluhan yang umum dirasakan antara lain:

  • Pinggang terasa nyeri seperti ditusuk
  • Kaku dan pegal di area bawah punggung
  • Nyeri bertambah saat duduk terlalu lama
  • Sakit menjalar ke bokong atau kaki
  • Nyeri lebih terasa di malam hari
  • Makin sakit saat mengangkat beban berat
  • Kaki kesemutan atau mati rasa jika saraf kejepit

Cara Mengatasi Nyeri Pinggang Bagian Bawah

Jika nyeri disebabkan otot tegang ringan, biasanya bisa membaik dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana.

Baca juga: Cara Mencegah Kanker Kulit Sejak Dini dengan Langkah Sederhana, Jangan Sampai Terlambat!

1. Tetap Bergerak Ringan

Hindari bed rest terlalu lama, karena jalan santai atau peregangan ringan justru membantu pemulihan.

2. Kompres Hangat atau Dingin

Kompres dingin cocok untuk nyeri baru akibat cedera, sedangkan kompres hangat membantu meredakan pegal dan kaku.

3. Gunakan Obat Pereda Nyeri

Obat anti nyeri yang dijual bebas bisa membantu sementara sesuai aturan pakai.

4. Perbaiki Postur Tubuh

Duduk terlalu lama dengan posisi salah sering jadi penyebab utama, maka gunakan kursi yang menopang punggung.

5. Turunkan Berat Badan

Jika berat badan berlebih, penurunan berat badan dapat mengurangi tekanan pada pinggang.

Baca juga: Hidung Tersumbat? Ini Cara Cuci Hidung dengan NaCl yang Benar

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika nyeri pinggang bawah disertai:

  • Demam
  • Sulit berjalan
  • Mati rasa pada kaki
  • Nyeri sangat hebat
  • Gangguan buang air kecil
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Tidak membaik lebih dari 1 minggu

Nyeri pinggang bagian bawah jangan dianggap sepele karena penyebabnya bisa beragam, mulai dari otot tegang hingga gangguan organ dalam.

Jika keluhan ringan, biasanya bisa membaik dengan istirahat aktif dan kompres. Namun bila nyeri menetap atau disertai gejala lain, segera konsultasikan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Primaya Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU