Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Dicuci? Ini Penjelasannya (Pinterest)
INDOZONE.ID - Saat Idul Adha, banyak orang menerima daging kurban. Setelah mendapatkannya, sebagian orang biasanya langsung mencuci daging, karena menganggap cara ini bisa membuat daging lebih bersih dan higienis.
Kebiasaan ini memang umum dilakukan di banyak rumah. Namun, ternyata daging kurban tidak selalu disarankan untuk langsung dicuci, terutama jika belum akan segera dimasak atau masih akan disimpan di kulkas.
Lalu, kenapa daging kurban tidak boleh dicuci? Ternyata ada beberapa alasan yang berkaitan dengan kualitas, daya tahan, hingga cara penyimpanan agar daging tetap segar. Simak penjelasannya berikut ini.
Ada beberapa alasan mengapa daging kurban sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum disimpan.
Alasan utama mengapa daging kurban tidak boleh dicuci adalah risiko kontaminasi silang (cross-contamination). Daging mentah secara alami mengandung berbagai jenis bakteri, seperti Salmonella, Campylobacter, atau E. coli.
Saat daging diguyur air mengalir, bakteri-bakteri tersebut tidak akan mati. Sebaliknya, air yang memercik dari daging akan menyebarkan bakteri ke area sekitarnya, seperti:
Bakteri yang berpindah ke area dapur ini, berpotensi mencemari makanan lain yang langsung dikonsumsi tanpa dimasak, yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan makanan.
Baca juga: Cara Memilih Hewan Kurban yang Baik dan Sehat
Mencuci daging akan meningkatkan kadar air pada daging tersebut. Kondisi yang lembap dan basah, sangat disukai oleh mikroorganisme dan bakteri untuk berkembang biak dengan cepat.
Jika daging yang basah ini langsung dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer, proses pembusukan justru akan berjalan lebih cepat dan membuat daya simpan daging menurun drastis.
Air yang meresap ke dalam serat daging saat dicuci, dapat merusak struktur alaminya. Ketika daging kurban yang basah dibekukan, air di dalam serat akan mengkristal.
Saat dicairkan (thawing), kristal es ini pecah dan membuat cairan alami daging (jus daging) ikut keluar. Akibatnya, tekstur daging menjadi lebih keras, kering, dan kehilangan kelezatan alaminya saat dimasak.
Khusus untuk daging kambing atau domba, mencuci dengan air justru akan mengaktifkan aroma khas atau bau prengus menjadi lebih tajam.
Air akan mengikat bumbu alami dan lemak yang ada pada daging. Sehingga, aromanya justru semakin pekat dan sulit hilang meski sudah dimasak dengan banyak rempah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Muslim Network