Ilustrasi vitamin D (Pixabay/PublicDomainPictures)
INDOZONE.ID - Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, kekurangan vitamin D ternyata masih menjadi masalah global, terutama di wilayah perkotaan dengan paparan sinar matahari yang terbatas. Padahal, vitamin D berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang, fungsi imun, serta kesehatan otot dan saraf.
Menurut panduan terbaru dari National Institutes of Health (NIH) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kadar vitamin D dalam darah yang ideal untuk orang dewasa adalah antara 20–50 ng/mL. Sementara kadar di bawah 20 ng/mL dianggap tidak cukup untuk mendukung kesehatan tulang dan tubuh secara keseluruhan.
"Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa kekurangan vitamin D bisa berdampak pada berbagai kondisi, mulai dari osteoporosis hingga penurunan daya tahan tubuh," ujar dr. Laksmi Rahayu, ahli gizi klinis dari FKUI, Senin (30/6).
Baca juga: Konsumsi Vitamin D Berlebihan Gak Bagus, Bisa Keracunan!
Rekomendasi asupan vitamin D harian saat ini:
Bayi 0–12 bulan: 400 IU
Anak-anak dan dewasa 1–70 tahun: 600 IU
Lansia 71 tahun ke atas: 800 IU
Ibu hamil dan menyusui: 600 IU
Vitamin D dapat diperoleh dari:
Paparan sinar matahari selama 10–20 menit per hari
Ikan berlemak (salmon, sarden), hati sapi, kuning telur, jamur
Produk fortifikasi, seperti susu dan sereal
Suplemen, jika asupan alami kurang mencukupi
Sayangnya, gaya hidup indoor dan penggunaan tabir surya berlebih dapat menghambat produksi alami vitamin D dari sinar matahari. “Masyarakat urban, terutama yang jarang keluar rumah, sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan darah rutin,” tambah dr. Laksmi.
Vitamin D untuk kesehatan tubuh (theconversation.com)
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan:
Rakhitis (pada anak-anak)
Osteomalasia dan osteoporosis
Nyeri otot, kelemahan tulang, dan imunitas rendah
Peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit autoimun
Pemeriksaan kadar 25(OH)D lewat tes darah jadi standar untuk mengetahui kecukupan vitamin D seseorang. Jika kadar terlalu rendah, dokter bisa merekomendasikan suplemen atau perubahan pola makan.
Baca juga: 6 Vitamin Sakti Biar Otak Nggak Ngelag dan Badan Tetap On Fire!
Meski suplemen dapat membantu, mengonsumsi vitamin D secara berlebihan juga berbahaya. Kadar di atas 50 ng/mL dapat menyebabkan keracunan, klasifikasi organ, dan gangguan ginjal. Penggunaan suplemen sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang arti hasil tes darah mereka dan cara meningkatkan kadar vitamin D, seseorang dapat memastikan bahwa mereka memenuhi kebutuhan tubuh mereka akan vitamin penting ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medicalneswtoday.com