INDOZONE.ID - Banyak orang masih percaya kalau makan setelah jam 8 malam itu otomatis bikin gemuk atau bikin tubuh jadi nggak sehat.
Aturan ini udah lama banget jadi bagian dari budaya diet, sampai-sampai ada yang panik cuma karena ngemil buah waktu malam.
Padahal itu belum tentu ada efek seburuk itu. Tapi, benarkah makan malam lewat jam 8 selalu jadi masalah buat kesehatan?
Yuk, kita bahas bareng biar kamu nggak terus-terusan merasa bersalah tiap kali perut keroncongan di malam hari. Siapa tahu, justru pola makan malammu nggak seburuk yang kamu kira.
Baca juga: 7 Pola Makan Sederhana yang Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung
Asal Mula Mitos “Jangan Makan Setelah Jam 8 Malam”
Mitos soal makan malam seringnya datang dari anggapan bahwa makan terlalu larut bisa bikin pencernaan terganggu, nambah berat badan, dan bikin tidur jadi nggak nyenyak.
Emang sih, makan terlalu dekat dengan waktu tidur bisa bikin asam lambung naik atau perut terasa nggak nyaman.
Tapi banyak juga yang langsung menganggap metabolisme bakal “mati” begitu malam datang padahal nggak gitu juga.
Tubuh kita nggak kayak saklar lampu langsung off pas kita tidur. Metabolisme tetap jalan 24 jam penuh, bahkan saat kamu tidur.
Tubuh tetap butuh energi buat bernapas, memperbaiki sel, sampai ngatur suhu tubuh.
Jadi, anggapan bahwa makan malam otomatis bikin tubuh nggak bisa mencerna makanan dengan baik apalagi cuma karena lewat jam 8 itu sebenarnya terlalu disederhanakan.
Baca juga: Menyelami Dunia Anti-Inflamasi: Makanan yang Bisa Mengurangi Peradangan
Metabolisme Tidak Bergantung pada Jam
Banyak yang masih salah paham soal metabolisme. Banyak orang ngira kalau malam hari, metabolisme tubuh langsung “mati” dan nggak bisa mencerna makanan dengan baik.
Padahal kenyataannya, tubuh kita tetap bekerja meski aktivitas fisik udah berkurang. Jadi sistem pencernaan tetap jalan walaupun gak secepat pas siang hari.
Yang lebih penting bukan soal jam berapa kamu makan, tapi apa yang kamu makan dan berapa dekat waktunya dengan jam tidur.
Kalau kamu makan besar, tinggi lemak, dan makanan olahan tepat sebelum tidur, ya wajar aja kalau perut jadi nggak nyaman.
Tapi beda cerita kalau kamu pilih makanan yang ringan tapi bergizi kayak buah, yogurt, atau kacang-kacangan.
Makanan seperti itu justru bisa bantu jaga gula darah tetap stabil dan cegah kamu kelaparan tengah malam yang bisa ganggu kualitas tidur.
Baca juga: Banyak Orang Terkecoh, Apakah Oat Itu Makanan Gluten Free?
Apakah Makan Larut Malam Selalu Berdampak Negatif?
Beberapa riset memang nunjukin kalau makan terlalu malam bisa bikin kamu lebih gampang lapar, bikin pembakaran kalori menurun, dan lemak jadi lebih mudah disimpan.
Tapi, efek ini nggak bisa digeneralisasi ke semua orang. Hasilnya bisa beda-beda, tergantung pola makan kamu sepanjang hari, jenis makanan yang dikonsumsi, sampai kondisi tubuh masing-masing.
Coba deh bayangin kalau kamu kerja sampai malam atau rutin olahraga malam hari. Wajar banget dong kalau tubuh kamu butuh asupan energi tambahan.
Jika kamu paksa tubuhmu dengan gak makan malah bisa bikin kamu lemas atau kalap makan di waktu lain.
Begitu juga kalau kamu seharian sibuk dan nggak sempat makan cukup, makan malam bisa jadi momen penting buat "balikin" nutrisi yang kurang sepanjang hari.
Hal yang perlu dihindari adalah makan besar terlalu dekat dengan waktu tidur, berikan warku jeda sekitar 2 atau 3 jam sebelum kamu tidur agar bisa bantu pencernaan lebih optimal dan dapat cegah gangguan tidur.
Baca juga: Manis di Lidah Tapi Pahit di Tubuh: Bahaya Tren Makan dan Minum Manis di Kalangan Anak Muda
Pilihan Makanan Sehat Setelah Jam 8 Malam
Jika memang perlu makan setelah jam 8 malam, pilihlah makanan yang ringan namun tetap bergizi. Beberapa contoh makanan sehat yang bisa dikonsumsi di malam hari antara lain yogurt tanpa tambahan gula, buah segar, oatmeal, telur rebus, atau kacang-kacangan.
Kalau kamu mau makan sebelum tidur pilih makanan yang beri rasa kenyang dan tubuh tetap rileks. Hindari makanan tinggi gula, makanan cepat saji, atau makanan berat karena dapat meningkatkan risiko ketidaknyamanan dan mengganggu kualitas tidur.
Baca juga: 7 Makanan Harian yang Bisa Meningkatkan Kinerja Otak, Gak Harus Mahal!
Dengarkan Tubuhmu, Bukan Jam
Kunci dari hidup sehat bukan terletak pada angka jam, melainkan pada pola makan yang konsisten dan seimbang.
Jika kamu ikut aturan tanpa dasar yang kuat, kamu akan biarkan tubuh kelaparan di malam hari padahal jelas tubuh kita butuh asupan energi.
Setiap orang memiliki kebutuhan dan jadwal yang berbeda. Banyak kok orang yang merasa bahwa makan malam lebih awal lebih baik.
Sisanya milih makan malam lebih larut lari, yang penting dengar sinyal tubuhmu kapan kamu benar lapar atau hanya ingin makan karena kebiasaan atau stres. Makan setelah jam 8 malam tidak otomatis buruk bagi kesehatan.
Baca juga: Biar Tetap Aman, Ini Tips Ngemil Makanan Pedas Tanpa Ganggu Sistem Pencernaan
Selama kamu memilih makanan yang sehat, menjaga porsi, dan memberi jeda sebelum tidur, tidak ada alasan untuk menghindari makan malam secara ketat.
Pola makan yang fleksibel, penuh kesadaran, dan sesuai dengan gaya hidup akan jauh lebih berdampak positif dibanding mengikuti aturan kaku yang tidak relevan dengan kebutuhanmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.com, Rollingout.com