Selasa, 21 APRIL 2026 • 08:58 WIB

Kenapa Orang Selingkuh? Fakta Mengejutkan Ini Bongkar Penyebab Aslinya

Author

Ilustrasi perselingkuhan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Perselingkuhan sering dianggap sebagai bentuk pengkhianatan paling menyakitkan dalam hubungan. 

Tapi dibalik itu, banyak orang masih bertanya-tanya: kenapa sih ini bisa terjadi?

Apakah karena kurang cinta? Atau karena ada yang “kurang” dari pasangan?

Faktanya, perselingkuhan bukan sekadar urusan fisik atau nafsu sesaat. Ini adalah masalah kompleks yang melibatkan emosi, kondisi hubungan, hingga faktor pribadi seseorang. 

Baca juga: Mengenal Kesetaraan Gender dari Perjuangan R.A. Kartini, Simak Definisi dan Contohnya

Bahkan, berbagai studi menunjukkan bahwa kasus ini cukup umum terjadi di banyak hubungan — artinya, ini bukan fenomena langka.

8 Alasan Umum Orang Berselingkuh

Dari berbagai penelitian dan pengalaman nyata, ada beberapa alasan yang paling sering muncul saat seseorang memutuskan untuk selingkuh:

  • Rasa marah atau kecewa yang tidak terselesaikan
  • Kepercayaan diri yang rendah
  • Perasaan cinta yang mulai memudar
  • Komitmen yang mulai goyah

Baca juga: Bukan Sekedar Tegas! Ini Sisi Tersembunyi Kepribadian ESTJ yang Bikin Mereka Cocok Jadi Pemimpin

  • Bosan dengan rutinitas hubungan
  • Merasa diabaikan atau tidak dianggap penting
  • Dorongan seksual yang tidak terpenuhi
  • Kesempatan yang terbuka lebar

Kalau ditarik garis besar, hampir semua alasan ini bermuara pada satu hal: kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dan komunikasi yang buruk.

Masalah Kecil yang Dipendam Bisa Jadi Bencana Besar

Banyak orang mengira perselingkuhan terjadi secara tiba-tiba. Padahal, sering kali ini adalah “akumulasi” dari masalah yang tidak pernah diselesaikan. Contohnya:

  • Konflik yang terus dihindari
  • Rasa cemburu yang tidak pernah dibicarakan

Baca juga: Jelang Haji 2026, Mekkah Terlihat Lengang dan Disebut Hanya Dihuni “Pemain Inti”

  • Perubahan besar dalam hidup (seperti punya anak)
  • Keraguan sebelum menikah yang dipendam

Masalah-masalah ini ibarat bom waktu. Kalau terus dipendam, suatu saat bisa meledak — dan salah satu bentuk “ledakannya” adalah perselingkuhan.

Bukan Cuma Soal Hubungan, Faktor Pribadi Juga Berperan

Selain kondisi hubungan, ada faktor internal yang juga mempengaruhi seseorang untuk selingkuh. Bahkan, dalam beberapa kasus, faktor ini lebih dominan. Beberapa di antaranya:

Baca juga: Sering Dianggap Kaku, Ternyata Ini Alasan ISTJ Jadi Sosok Paling Bisa Diandalkan

  • Kecanduan (alkohol, judi, dll.) yang menurunkan kontrol diri
  • Trauma masa kecil, seperti pengabaian atau kekerasan
  • Pola yang terbentuk dari lingkungan keluarga (misalnya orang tua yang juga selingkuh)
  • Gangguan mental tertentu
  • Kepribadian narsistik yang cenderung egois dan kurang empati
  • Riwayat pernah selingkuh sebelumnya

Baca juga: ENFP: Si Paling Ceria Tapi Paling Dalam: Kepribadian ‘Juru Kampanye’ yang Selalu Cari Makna Hidup

Menariknya, ada anggapan populer: “sekali selingkuh, akan selingkuh lagi.” Dan ternyata, beberapa penelitian memang menunjukkan kecenderungan itu bisa terjadi.

Hubungan yang Nggak Sehat Bikin Risiko Makin Tinggi

Kondisi hubungan juga punya pengaruh besar. Hubungan yang tidak sehat sering kali jadi “lahan subur” bagi perselingkuhan.

Beberapa tanda hubungan berisiko tinggi:

  • Minim komunikasi yang jujur
  • Kurangnya rasa saling menghargai
  • Tekanan finansial
  • Kekerasan emosional atau fisik
  • Ketidakcocokan sejak awal

Baca juga: ENFJ Si Penolong Sejati, Sosok Hangat yang Diam-Diam Jadi Pemimpin dan Penggerak Perubahan

Dalam situasi seperti ini, sebagian orang akhirnya mencari pelarian di luar hubungan.

Ini Dia Alasan yang Paling Sering Terjadi

Dari semua faktor, ada beberapa yang paling sering jadi pemicu utama:

1. Tidak Bahagia dalam Hubungan

Ketika kebutuhan emosional atau seksual tidak terpenuhi, seseorang bisa mencari “pengganti” di luar.

2. Merasa Tidak Dihargai

Rasa diabaikan bisa membuat seseorang mencari validasi dari orang lain.

Baca juga: Kebiasaan Panggil dengan Nama Kasar ke Pasangan Bisa Hancurkan Hubungan Perlahan

3. Bosan

Ini yang paling sering terjadi. Hubungan yang monoton tanpa usaha untuk berkembang bisa memicu keinginan mencari hal baru.

4. Balas Dendam

Diselingkuhi duluan? Beberapa orang memilih membalas dengan cara yang sama — meski jelas bukan solusi.

5. Ingin Membuktikan Diri

Terutama terkait usia atau penampilan, perselingkuhan kadang jadi cara untuk merasa masih menarik dan diinginkan.

Baca juga: Selalu Dibuat Ragu dengan Diri Sendiri? Hati-Hati, Kamu Sedang di Gaslighting Dia!

6. Era Digital: Selingkuh Nggak Harus Ketemu

Di zaman sekarang, perselingkuhan nggak selalu melibatkan pertemuan fisik. Bentuknya bisa berupa:

  • Chat intens dengan orang lain
  • Kedekatan emosional secara online
  • Hubungan virtual yang “terlalu dekat”

Bahkan, hal-hal ini sudah banyak dianggap sebagai bentuk perselingkuhan dan sering jadi penyebab konflik serius dalam hubungan.

Ditambah lagi dengan faktor seperti hubungan jarak jauh, mobilitas tinggi, dan batasan diri yang lemah — risikonya makin besar.

Baca juga: Kebiasaan Panggil dengan Nama Kasar ke Pasangan Bisa Hancurkan Hubungan Perlahan

Yang Perlu Diingat: Selingkuh Itu Pilihan

Apa pun alasannya, satu hal yang harus dipahami: perselingkuhan adalah pilihan, bukan kecelakaan.

Masalah dalam hubungan memang bisa jadi pemicu, tapi keputusan untuk berselingkuh tetap ada di tangan individu. 

Jadi, ini bukan tentang siapa yang salah dalam hubungan — tapi tentang bagaimana seseorang memilih bertindak.

Baca juga: Cara Ubah Girik Jadi SHM dengan Syarat 2026, Ini yang Perlu Disiapkan!

Setelah Selingkuh, Masih Bisa Diperbaiki?

Jawabannya: bisa, tapi tidak mudah.

Perselingkuhan bisa jadi akhir dari hubungan, atau justru titik balik untuk memperbaiki semuanya.

Kalau ingin bertahan, beberapa hal ini wajib dilakukan:

  • Kejujuran tanpa ditutup-tutupi
  • Tanggung jawab penuh dari pihak yang berselingkuh
  • Kesabaran dari kedua belah pihak
  • Komunikasi yang jauh lebih sehat

Baca juga: 10 Tips Gaya Hidup Simpel untuk Menjaga Bumi dari Kerusakan Lingkungan

Dalam banyak kasus, bantuan profesional seperti terapi pasangan juga bisa membantu proses pemulihan.

Perselingkuhan bukan sekadar soal cinta yang hilang atau godaan sesaat. Ini adalah hasil dari kombinasi banyak faktor — emosi, pengalaman hidup, kondisi hubungan, dan keputusan pribadi.

Memahami penyebabnya bukan untuk membenarkan, tapi untuk belajar dan mencegah.

Karena pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan yang tanpa masalah — melainkan yang mau menghadapi masalah bersama, bukan lari dari kenyataan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Verywellmind.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU