Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 JANUARI 2026 • 21:40 WIB

Apa Itu Exploding Head Syndrome? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Exploding Head Syndrome? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinyailustrasi Exploding Head Syndrome (IFLScience)

INDOZONE.ID - Exploding Head Syndrome (EHS) adalah gangguan tidur yang membuat seseorang mendengar suara keras secara tiba-tiba di dalam kepala saat akan tertidur atau ketika terbangun di malam hari.

Suara tersebut sering digambarkan seperti ledakan, petir, pintu dibanting, tembakan, atau benda berat jatuh. Meski namanya terdengar ekstrem, kondisi ini tidak menyebabkan kepala benar-benar meledak dan tidak berbahaya.

Banyak orang yang pertama kali mengalaminya merasa kaget, panik, bahkan takut terkena penyakit serius. Padahal, Exploding Head Syndrome termasuk gangguan tidur yang cukup dikenal dalam dunia medis. 

Exploding Head Syndrome Termasuk Gangguan Apa?

Exploding Head Syndrome termasuk dalam kelompok parasomnia, yaitu gangguan yang terjadi saat seseorang berada di fase peralihan antara sadar dan tidur, atau sebaliknya. Pada fase ini, otak sebenarnya belum sepenuhnya “tertidur”, tetapi tubuh sudah mulai rileks.

Dalam kondisi normal, otak akan mematikan aktivitas saraf secara bertahap saat kita tertidur. Namun pada penderita EHS, proses ini diduga tidak berjalan mulus, sehingga muncul sensasi suara keras yang terasa sangat nyata, padahal tidak ada sumber suara dari luar.

Baca juga: Kenapa Tubuh Sering Terbangun Jam 3 Pagi? Waspadai Gangguan Tidur

Gejala Exploding Head Syndrome

Gejala utama Exploding Head Syndrome adalah mendengar suara keras secara tiba-tiba di dalam kepala. Suara ini muncul sangat singkat, hanya beberapa detik, lalu langsung menghilang.

Selain suara keras, beberapa orang juga mengalami:

  • Rasa terkejut yang sangat kuat
  • Jantung berdebar cepat
  • Perasaan panik atau cemas
  • Sulit tidur kembali setelah kejadian
  • Berkeringat atau napas terasa cepat
  • Kilatan cahaya di penglihatan (pada sebagian orang)
  • Yang penting untuk diketahui, EHS tidak menimbulkan rasa sakit.

Jika seseorang mengalami nyeri hebat di kepala, kemungkinan besar itu bukan Exploding Head Syndrome dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Seberapa Sering Exploding Head Syndrome Terjadi?

Frekuensi Exploding Head Syndrome berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang hanya mengalaminya satu kali seumur hidup, ada pula yang mengalaminya beberapa kali dalam sebulan atau bahkan seminggu. Pada banyak kasus, EHS muncul saat seseorang sedang:

  • Sangat lelah
  • Mengalami stres berat
  • Kurang tidur dalam waktu lama
  • Mengalami tekanan emosional

Kondisi ini juga bisa muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, lalu menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu.

Siapa yang Bisa Mengalami Exploding Head Syndrome?

Exploding Head Syndrome bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, dan bisa terjadi di berbagai usia. Namun, kondisi ini lebih sering dilaporkan pada orang dewasa dan lansia. Meski begitu, anak-anak dan remaja juga bisa mengalaminya.

Beberapa kelompok yang lebih berisiko antara lain:

  • Orang dengan pola tidur tidak teratur
  • Orang yang sering begadang
  • Penderita insomnia
  • Orang dengan gangguan kecemasan
  • Orang yang sering mengalami stres berat

Baca juga: Takut Tidur dan Selalu Kepikiran Mati? Hati-hati Kamu Kena Somniphobia

Penyebab Exploding Head Syndrome

Hingga saat ini, penyebab pasti Exploding Head Syndrome belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan gangguan sementara pada sistem saraf otak saat transisi tidur.

Beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu antara lain:

  • Stres dan tekanan pikiran berlebihan
  • Kurang tidur atau sering begadang
  • Pola tidur yang tidak teratur
  • Kelelahan fisik dan mental
  • Konsumsi kafein berlebihan, terutama malam hari
  • Penggunaan gadget berlebihan sebelum tidur
  • Gangguan kecemasan
  • Penggunaan atau penghentian obat tertentu

Otak yang terlalu aktif menjelang tidur diduga membuat sinyal saraf “salah kirim”, sehingga otak menciptakan sensasi suara yang terasa nyata.

Apakah Exploding Head Syndrome Berbahaya?

Kabar baiknya, Exploding Head Syndrome tidak berbahaya dan tidak mengancam nyawa. Kondisi ini juga tidak menyebabkan kerusakan otak atau gangguan saraf permanen.

Namun, jika terjadi berulang kali, EHS bisa mengganggu kualitas tidur dan memicu rasa takut untuk tidur. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang kondisi ini sangat penting agar penderita tidak mengalami kecemasan berlebihan.

Cara Mengatasi Exploding Head Syndrome

Sebagian besar kasus Exploding Head Syndrome tidak memerlukan pengobatan khusus. Perubahan gaya hidup dan kebiasaan tidur sering kali sudah cukup membantu mengurangi gejalanya.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari
  • Memastikan waktu tidur cukup dan tidak begadang
  • Menghindari kopi, teh, dan minuman berkafein di malam hari
  • Mengurangi penggunaan ponsel atau menonton layar sebelum tidur
  • Membuat suasana kamar tidur nyaman dan tenang
  • Melakukan relaksasi sebelum tidur, seperti napas dalam, doa, atau meditasi
  • Mengelola stres dengan baik

Pada banyak orang, mengetahui bahwa EHS tidak berbahaya saja sudah sangat membantu mengurangi frekuensi kejadiannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun tidak berbahaya, sebaiknya konsultasi ke dokter jika:

  • Exploding Head Syndrome terjadi sangat sering
  • Gejalanya makin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Disertai nyeri kepala hebat, kejang, atau kehilangan kesadaran
  • Membuat takut tidur dan memicu gangguan kecemasan

Baca juga: 4 Fase Tidur yang Menentukan Kualitas Istirahatmu, Apa Saja?

Exploding Head Syndrome adalah gangguan tidur yang ditandai dengan suara keras tiba-tiba di dalam kepala saat akan tidur atau terbangun. Meski terdengar menakutkan, kondisi ini tidak berbahaya dan bisa dikendalikan dengan pola tidur yang baik serta pengelolaan stres yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa Itu Exploding Head Syndrome? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!