INDOZONE.ID - Pernah mendengar seseorang berbicara saat tidur, atau justru kamu sendiri mengalaminya?
Kondisi ini dikenal sebagai sleep talking, yaitu kebiasaan berbicara saat tidur tanpa disadari. Ucapan yang keluar, bisa berupa gumaman hingga kalimat yang cukup jelas.
Meskipun sering mengejutkan orang di sekitarnya, sleep talking sebenarnya merupakan gangguan tidur yang cukup umum.
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, dan biasanya terjadi tanpa disadari oleh penderitanya.
Dalam banyak kasus, orang yang mengalami sleep talking sama sekali tidak menyadari dirinya berbicara saat tidur. Biasanya, kejadian ini baru diketahui dari pasangan tidu,r atau anggota keluarga yang mendengarnya secara langsung.
Apa Itu Sleep Talking?
Sleep talking adalah salah satu jenis parasomnia, yaitu gangguan tidur yang melibatkan perilaku tidak biasa selama tidur.
Bentuknya bisa sangat beragam. Mulai dari gumaman pelan, berbicara tidak jelas, tertawa, hingga berbicara dengan kalimat yang cukup jelas.
Sleep talking dapat terjadi pada berbagai tahap tidur, baik saat tidur ringan maupun saat tidur dalam. Oleh karena itu, waktu terjadinya bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Baca juga: Perbedaan Tidur REM dan NREM yang Wajib Kamu Ketahui agar Tubuh Sehat
Seberapa Umum Sleep Talking Terjadi?
Sleep talking termasuk fenomena tidur yang cukup umum. Penelitian menunjukkan bahwa:
- Sekitar 50 persen anak-anak pernah mengalami sleep talking setidaknya sekali dalam hidup mereka
- Sekitar 5 persen hingga 10 persen orang dewasa mengalami sleep talking secara teratur
- Kondisi ini bisa terjadi sesekali atau bahkan setiap malam, tergantung individu
Pada sebagian orang, sleep talking hanya terjadi sesekali dan tidak menimbulkan masalah. Namun, pada beberapa kasus lain, sleep talking bisa terjadi berulang kali dalam seminggu, terutama saat tubuh sedang lelah atau stres.
Penyebab Sleep Talking
Sleep talking dapat dipicu oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab yang umum meliputi:
1. Kurang Tidur atau Tidur Tidak Nyenyak
Kelelahan membuat otak tetap aktif meskipun tubuh sedang tidur, sehingga ucapan bisa keluar secara tidak sadar.
2. Stres dan Kelelahan Mental
Pikiran yang terlalu aktif sebelum tidur atau tekanan emosional dapat memicu gangguan tidur, termasuk sleep talking.
3. Demam atau Penyakit Ringan
Kondisi fisik yang kurang fit dapat memengaruhi fase tidur dan memicu perilaku berbicara saat tidur.
4. Gangguan Tidur Lain
Sleepwalking, sleep paralysis, atau night terrors sering terjadi bersamaan dengan sleep talking.
5. Konsumsi Alkohol atau Obat-obatan Tertentu
Alkohol atau beberapa obat dapat memengaruhi kualitas tidur, meningkatkan kemungkinan berbicara saat tidur.
6. Polisomnogram atau fase tidur yang terganggu
Ketidakseimbangan aktivitas otak saat tidur non-REM atau REM dapat menyebabkan ucapan keluar tanpa disadari.
Apakah Sleep Talking Berbahaya?
Secara umum, sleep talking tidak berbahaya dan tidak berdampak langsung pada kesehatan fisik. Kondisi ini juga tidak menyebabkan kerusakan pada otak atau gangguan fungsi tubuh lainnya.
Namun, sleep talking dapat menjadi masalah jika:
- Terjadi sangat sering
- Mengganggu kualitas tidur pasangan
- Disertai gangguan tidur lain
- Menyebabkan kelelahan di siang hari
Jika hal tersebut terjadi, perlu dilakukan evaluasi terhadap pola tidur.
Baca juga: Mengenal False Awakening, Bangun Tidur Tapi Ternyata Masih Bermimpi
Dampak Sleep Talking yang Perlu Diketahui
Meskipun sleep talking biasanya tidak membahayakan kesehatan secara langsung, fenomena ini bisa memberikan beberapa efek, terutama jika terjadi secara sering atau disertai gangguan tidur lain.
Berikut dampak yang lebih rinci:
1. Tidur Tidak Nyenyak
Sleep talking bisa membuat tidur terganggu, baik bagi orang yang mengalaminya maupun pasangan atau teman sekamar.
Suara yang muncul saat tidur bisa membuat seseorang terbangun, atau sulit kembali tidur dengan nyaman.
2. Merasa Lelah di Siang Hari
Jika sleep talking terjadi berulang kali sepanjang malam, tidur menjadi kurang berkualitas. Akibatnya, tubuh dan otak tidak mendapat istirahat cukup, sehingga bisa merasa mengantuk, lelah, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.
3. Kebingungan Ringan
Orang yang sleep talking kadang tidak sadar bahwa dirinya berbicara saat tidur. Setelah bangun, bisa muncul rasa bingung atau tidak percaya, misalnya “Apakah aku benar-benar mengatakan itu tadi?”
4. Menjadi Tanda Gangguan Tidur Lain
Sleep talking ringan, tapi jika muncul bersamaan dengan gangguan tidur lain, seperti sleepwalking atau night terrors, hal ini bisa menandakan adanya masalah tidur yang lebih serius. Jika dibiarkan, kualitas tidur dan kesehatan bisa terganggu.
5. Efek Emosional
Mengetahui diri berbicara atau berteriak saat tidur, bisa membuat beberapa orang merasa malu atau cemas, terutama jika didengar orang lain.
Perasaan ini bisa meningkatkan stres dan sedikit memengaruhi kualitas tidur berikutnya.
Cara Mengurangi Sleep Talking
Sleep talking biasanya tidak perlu obat, tetapi ada beberapa cara yang bisa membantu mengurangi frekuensinya:
1. Tidur Teratur dan Cukup
Usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari. Tidur cukup membantu otak dan tubuh beristirahat maksimal, sehingga mengurangi kemungkinan berbicara saat tidur.
2. Ciptakan Lingkungan Tidur Nyaman
Pastikan kamar tidur gelap, tenang, dan suhu ruangan nyaman. Hindari suara bising atau cahaya yang mengganggu tidur. Lingkungan tidur yang nyaman membantu tidur lebih nyenyak dan aman dari gangguan.
3. Kurangi Stres Sebelum Tidur
Stres dan pikiran aktif bisa memicu sleep talking. Lakukan relaksasi sebelum tidur, seperti bernapas dalam-dalam, meditasi ringan, atau menulis jurnal tentang aktivitas harian.
4. Hindari Alkohol dan Kafein di Malam Hari
Alkohol dan kafein bisa membuat tidur tidak nyenyak. Alkohol membuat tidur menjadi lebih ringan, sedangkan kafein menstimulasi otak sehingga tidur terganggu. Hindari keduanya beberapa jam sebelum tidur.
5. Batasi Gadget Sebelum Tidur
Hindari menonton televisi, bermain ponsel, atau menatap layar komputer terlalu dekat dengan waktu tidur. Cahaya biru dari layar dapat mengganggu hormon melatonin yang membantu tidur.
Baca juga: 4 Fase Tidur yang Menentukan Kualitas Istirahatmu, Apa Saja?
Meski demikian, menjaga pola tidur yang teratur dan kualitas tidur yang baik dapat membantu mengurangi frekuensi sleep talking dan meningkatkan kualitas istirahat secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Very Well Health