INDOZONE.ID - Nyeri payudara saat menyusui adalah keluhan yang cukup sering dialami ibu baru, terutama di minggu-minggu awal setelah melahirkan. Rasa sakit ini bisa bikin ibu jadi tidak nyaman, stres, bahkan takut menyusui lagi.
Padahal, menyusui seharusnya tidak terasa sangat sakit. Jika muncul nyeri terus-menerus, biasanya ada penyebab yang bisa diperbaiki, mulai dari posisi bayi yang kurang pas hingga payudara bengkak atau infeksi.
Kabar baiknya, sebagian besar nyeri payudara saat menyusui bisa diatasi dengan langkah sederhana di rumah. Yuk, simak artikel berikut.
Baca juga: Sakit Mata Merah Menular dari Tatapan, Mitos atau Fakta?
Kenapa Payudara Nyeri saat Menyusui?
Tubuh ibu sedang beradaptasi dengan produksi ASI setelah melahirkan. Pada fase awal, payudara memang bisa terasa penuh, sensitif, atau sedikit tidak nyaman.
Tapi jika rasa sakit berlebihan, kemungkinan penyebabnya antara lain:
- Posisi menyusui kurang tepat
- Pelekatan mulut bayi kurang pas
- Puting lecet
- Payudara bengkak karena ASI penuh
- Saluran ASI tersumbat
- Infeksi payudara (mastitis)
- Infeksi jamur pada puting
Baca juga: Cara Mengatasi Cantengan di Rumah, Biar Gak Makin Parah
Jenis Nyeri Payudara yang Sering Terjadi
1. Nyeri saat Bayi Baru Menyusu
Rasa perih ringan di awal hisapan kadang masih normal, terutama di hari-hari pertama. Biasanya hilang dalam 30 detik hingga 1 menit.
Jika sakit terus selama menyusui, kemungkinan pelekatan bayi kurang tepat.
2. Payudara Bengkak dan Kencang
Payudara terasa penuh, keras, hangat, dan nyeri karena ASI menumpuk. Biasanya, ini terjadi saat ASI mulai banyak keluar.
3. Puting Lecet
Puting bisa luka, pecah-pecah, atau berdarah karena gesekan dari posisi mulut bayi yang kurang pas.
4. Saluran ASI Tersumbat
Muncul benjolan kecil yang nyeri di salah satu area payudara.
5. Mastitis
Ini peradangan payudara yang bisa disertai infeksi.
Gejalanya:
- Payudara merah
- Bengkak
- Terasa panas
- Nyeri hebat
- Demam
- Badan meriang
Jika sudah seperti ini, sebaiknya segera periksa dokter.
Baca juga: Apakah HIV/AIDS Ditanggung BPJS? Ini Penjelasan Lengkapnya
Cara Mengatasi Nyeri Payudara saat Menyusui
1. Perbaiki Posisi dan Pelekatan Bayi
Pastikan:
- Mulut bayi terbuka lebar
- Areola ikut masuk ke mulut, bukan hanya puting
- Dagu bayi menempel ke payudara
- Posisi ibu nyaman
Jika posisi bayi sudah benar, rasa sakit biasanya jauh berkurang.
2. Susui Lebih Sering
Jangan menunggu payudara terlalu penuh, karena menyusui rutin membantu mengosongkan payudara dan mencegah bengkak.
3. Kompres Hangat Sebelum Menyusui
Kompres hangat bisa membantu melancarkan aliran ASI dan mengurangi rasa tegang.
4. Kompres Dingin Setelah Menyusui
Setelah selesai menyusui, kompres dingin bisa membantu meredakan bengkak dan nyeri.
5. Oleskan ASI ke Puting
Sedikit ASI yang dioleskan ke puting lalu dibiarkan kering bisa membantu melembapkan area puting.
6. Gunakan Bra yang Nyaman
Pilih bra menyusui yang tidak terlalu ketat agar payudara tidak tertekan.
7. Istirahat dan Minum Cukup
Tubuh ibu yang kelelahan bisa bikin proses pemulihan lebih lama, jangan lupa cukup tidur dan cairan.
Baca juga: Gejala Hipotermia yang Sering Diabaikan dan Cara Penanganannya, Pendaki Wajib Tahu!
Tips Tambahan Biar Menyusui Lebih Nyaman
- Ganti posisi menyusui sesekali
- Jangan membersihkan puting dengan sabun keras
- Hindari menunda menyusui terlalu lama
- Pijat lembut payudara jika terasa penuh
- Minta bantuan konselor laktasi bila perlu
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa jika mengalami beberapa hal, antara lain:
- Demam
- Nyeri makin parah
- Puting berdarah banyak
- Ada nanah
- Payudara merah dan panas
- Benjolan tidak hilang
- Bayi sulit menyusu terus-menerus
Baca juga: Pertolongan Pertama Angin Duduk agar Tidak Berujung Fatal, Bukan Dikerok!
Nyeri payudara saat menyusui memang umum terjadi, terutama di awal masa menyusui. Sebagian besar keluhan bisa diatasi dengan memperbaiki pelekatan bayi, rutin menyusui, kompres hangat atau dingin, dan menjaga kondisi tubuh ibu tetap fit.
Jika nyeri berlanjut atau disertai demam, jangan ragu periksa ke tenaga kesehatan agar penanganannya lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primaya Hospital