Jumat, 10 APRIL 2026 • 20:05 WIB

Minum Cuka Apel Bisa Redakan Asam Lambung? Ini Fakta Sebenarnya

Author

Ilustrasi penderita asam lambung. (Freepik)

INDOZONE.ID - Lagi sering kena asam lambung atau heartburn, lalu nemu tips di TikTok yang bilang minum cuka apel bisa bantu? 

Eits, sebelum ikut-ikutan tren, ada baiknya kamu tahu dulu fakta di balik klaim ini.

Meski sering disebut-sebut sebagai “ramuan ajaib”, kenyataannya belum banyak bukti ilmiah yang benar-benar mendukung manfaat cuka apel untuk mengatasi asam lambung.

Apa Sih Sebenarnya Cuka Apel?

Cuka apel dibuat dari apel yang dihancurkan, lalu difermentasi dengan bantuan bakteri dan ragi. Awalnya, cairan ini mengandung alkohol seperti hard cider, sebelum akhirnya berubah menjadi cuka.

Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Medis

Pada jenis organik dan raw, kamu akan melihat bagian keruh seperti serabut di dalam botol, yang dikenal sebagai “mother”. 

Kandungan ini dipercaya mengandung enzim dan nutrisi, sehingga sering dianggap lebih “sehat” dibanding versi yang sudah diproses.

Benarkah Bisa Redakan Asam Lambung?

Banyak orang mengaku gejala asam lambungnya berkurang setelah minum cuka apel. Namun, sejauh ini bukti ilmiahnya masih sangat minim.

Ada teori yang bilang, sebagian kasus asam lambung terjadi karena kadar asam di perut terlalu rendah. Nah, cuka apel dianggap bisa membantu dengan menambah keasaman tersebut.

Baca juga: Apa Bedanya Bypass Jantung dan Pasang Ring Jantung? Ini Penjelasannya

Sayangnya, klaim ini belum didukung penelitian kuat. Studi kecil memang pernah dilakukan, tapi jumlah partisipannya terlalu sedikit untuk dijadikan acuan medis.

Ada Manfaatnya Nggak?

Walaupun belum terbukti untuk asam lambung, cuka apel punya manfaat lain yang lebih jelas, seperti membantu mengontrol gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, terutama pada penderita diabetes.

Aman Nggak Kalau Dicoba?

Secara umum, cuka apel aman dikonsumsi dalam jumlah kecil. Tapi, bukan berarti bisa diminum sembarangan.

Kalau kamu mau coba:

Baca juga: Demam Hyrox! Tren Fitness Baru Ini Bikin Gym di Jakarta Full Terus

  • Selalu encerkan dengan air
  • Jangan diminum langsung tanpa campuran
  • Konsumsi secukupnya, jangan berlebihan

Lebih penting lagi, tetap konsultasikan ke dokter, apalagi kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu atau sedang minum obat.

Cara Aman Mengkonsumsinya

Kalau penasaran ingin mencoba:

Baca juga: Penelitian Ungkap Faktor Genetik Pengaruhi Efektivitas Obat Pelangsing

  • Campurkan sekitar 1 sendok makan cuka apel ke segelas air
  • Minum sebelum atau sesudah makan
  • Bisa tambahkan madu biar rasanya lebih enak

Tips tambahan:

  • Gunakan sedotan untuk melindungi gigi
  • Bilas mulut setelah minum agar enamel gigi tidak rusak
  • Kalau nggak tahan rasanya, kamu juga bisa pilih bentuk kapsul. Tapi tetap cek kandungannya, ya.

Baca juga: Jangan Makan Berlebih, Ini Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan

Waspadai Efek Sampingnya

Meski terkesan alami, cuka apel tetap punya risiko, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa diencerkan. Beberapa efek samping yang bisa muncul:

  • Kerusakan enamel gigi
  • Iritasi tenggorokan
  • Penurunan kadar kalium
  • Pengenceran darah
  • Bahkan dalam kasus tertentu, bisa memperparah kondisi lambung.

Baca juga: Waspada Diabetes Sejak Muda, Ini Cara Mengontrol Gula Darah agar Tidak Melonjak

Alternatif Pengobatan yang Lebih Terbukti

Untuk mengatasi asam lambung, metode yang sudah terbukti secara medis tetap jadi pilihan utama, seperti:

  • Obat antasida
  • Obat penghambat asam lambung
  • Perubahan gaya hidup
  • Kamu juga bisa mulai dari hal sederhana:
  • Makan porsi kecil tapi sering
  • Hindari makanan pemicu
  • Jangan langsung rebahan setelah makan
  • Tinggikan posisi kepala saat tidur

Baca juga: Olahraga Singkat Picu Reaksi Listrik Otak yang Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Jadi, Worth It Dicoba?

Banyak orang merasa terbantu dengan cuka apel, tapi bukti ilmiahnya belum cukup kuat untuk dijadikan solusi utama.

Kalau mau mencoba, lakukan dengan cara aman dan jangan menggantikan pengobatan medis yang sudah direkomendasikan dokter.

Setiap tubuh punya respon yang berbeda. Jadi, jangan cuma ikut tren — pastikan kamu tetap bijak dan paham risikonya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU